INDOPOSCO.ID – Langkah Persija Jakarta bersama Mauricio Souza akhirnya mencapai garis akhir. Setelah menuntaskan kompetisi Super League 2025/2026, manajemen Macan Kemayoran memilih tidak melanjutkan kerja sama dengan pelatih asal Brasil tersebut.
Keputusan itu diambil karena target utama yang disepakati sejak awal musim gagal terpenuhi, meski Mauricio mampu membawa Persija tampil impresif sepanjang kompetisi.
Selama berada di pinggir lapangan, Mauricio sukses menghadirkan warna baru dalam permainan Persija. Tim ibu kota tampil agresif, berani menekan lawan, dan konsisten mendominasi pertandingan. Bahkan, Persija mencatatkan torehan poin terbaik dalam satu dekade terakhir sejak Liga Indonesia kembali memakai format satu wilayah.
Sebanyak 71 poin berhasil dikumpulkan lewat 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan — sebuah pencapaian yang tetap meninggalkan kesan kuat bagi publik Jakarta.
Tak hanya Mauricio, Persija juga mengakhiri kerja sama dengan jajaran staf pelatih lainnya, yakni Italo Bartole Resende (asisten pelatih), Vitor Branco da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), Caio Araujo (analis), dan Claudio Luzardi (interpreter).
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap musim yang baru berakhir.
“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Direktur Persija, Mohamad Prapanca dalam keterangan resmi klub, Kamis (28/5/2026).
“Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya, Coach Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi, agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya,” sambungnya.
Kini Persija langsung bergerak cepat. Manajemen disebut sudah membuka komunikasi dengan sejumlah kandidat pelatih anyar demi menyambut musim 2026/2027 dengan ambisi yang lebih besar.
“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” tambahnya.
Perpisahan ini menjadi penanda bahwa Persija tidak sekadar mengejar permainan atraktif, tetapi juga menuntut pencapaian tertinggi, yakni gelar juara. (her)









