INDOPOSCO.ID – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi memulai produksi MPV listrik tujuh penumpang VF MPV 7 di pabriknya yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam strategi lokalisasi dan ekspansi manufaktur global VinFast, sekaligus memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Peluncuran produksi VF MPV 7 diumumkan dalam rangkaian program customer experience yang berlangsung selama empat hari di Laguna, Central Park Mall, Jakarta. Kegiatan ini melibatkan konsumen, mitra, dan media, dengan agenda test drive serta aktivitas interaktif untuk memperkenalkan langsung performa dan fitur kendaraan.
Pabrik VinFast di Subang sebelumnya telah diresmikan pada Desember 2025. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan menjadi bagian dari strategi penguatan jaringan produksi global perusahaan. Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas hingga 350.000 unit per tahun pada tahap pengembangan berikutnya, serta berpotensi menjadi basis ekspor regional.
Pabrik ini berada di bawah naungan grup induk Vingroup JSC, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam.
VF MPV 7 merupakan versi premium dari lini Limo Green yang telah disempurnakan dari sisi desain, teknologi, dan kenyamanan. Model ini mengusung filosofi desain khas VinFast dengan perpaduan elegansi modern dan kepraktisan MPV keluarga.
Dengan dimensi 4.740 x 1.872 x 1.734 mm serta wheelbase 2.840 mm, VF MPV 7 menawarkan kabin yang lebih lapang untuk tujuh penumpang. Desain eksteriornya menggabungkan garis halus dan tegas yang menciptakan kesan kokoh sekaligus elegan, menjadikannya pilihan menarik di segmen MPV listrik premium.
Di bagian kabin, VF MPV 7 mengusung konsep modern yang berfokus pada kenyamanan pengguna. Fitur yang disematkan antara lain setir D-cut berlapis kulit dengan kontrol multifungsi, electronic gear selector pada kolom kemudi, layar infotainment 10,1 inci dengan dukungan Android Auto dan Apple CarPlay, kursi berbahan kulit sintetis premium, serta sistem pendingin udara otomatis dengan filter PM2.5 dan ventilasi hingga baris ketiga.
Kendaraan ini juga dilengkapi virtual assistant berbahasa Indonesia, kontrol kendaraan jarak jauh melalui aplikasi smartphone, serta fitur keselamatan seperti rear parking assist, rear-view camera, dan cruise control.
Dari sisi performa, VF MPV 7 dibekali motor listrik berdaya maksimum 150 kW (201 hp) dengan torsi 280 Nm yang menghadirkan akselerasi halus dan responsif. Baterai berkapasitas 60,2 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 450 km (standar NEDC) dalam sekali pengisian penuh. Teknologi fast charging memungkinkan pengisian dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Di pasar Indonesia, VF MPV 7 dipasarkan dengan dua skema harga, yaitu mulai Rp420 juta untuk versi dengan kepemilikan baterai dan mulai Rp345 juta untuk skema berlangganan baterai. Skema ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan konsumen, dengan biaya langganan mulai Rp880 ribu per bulan.
Sebanyak 2.000 pelanggan pertama akan mendapatkan cashback Rp16 juta serta fasilitas pengisian daya gratis di jaringan V-Green hingga 31 Maret 2029.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyebut produksi VF MPV 7 di Subang sebagai langkah strategis dalam memperkuat lokalisasi dan daya saing perusahaan di Indonesia.
“Produksi perdana VF MPV 7 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kami menghadirkan kendaraan listrik yang relevan bagi keluarga urban Indonesia,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan pengembang infrastruktur pengisian daya V-Green, VinFast terus memperluas jaringan stasiun pengisian listrik di Indonesia. Perusahaan juga bekerja sama dengan berbagai bank dan lembaga keuangan untuk menghadirkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel.
Dalam dua tahun terakhir, VinFast telah memperluas lini produknya di Indonesia, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, VF 7, hingga VF MPV 7, sekaligus memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual di berbagai wilayah. Melalui strategi investasi jangka panjang, VinFast menargetkan peran lebih besar dalam mempercepat transisi kendaraan listrik di Indonesia serta memperkuat posisinya di pasar Asia Tenggara. (srv)










