INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan infrastruktur energi nasional melalui raihan sertifikasi Sistem Manajemen Aset ISO 55001 dari British Standards Institution (BSI) Group Indonesia. Sertifikasi ini menjadi pengakuan internasional atas kemampuan PGN dalam mengelola infrastruktur gas bumi secara profesional, aman, efisien, dan berstandar global.
Penghargaan tersebut diberikan untuk lingkup pengelolaan Infrastruktur Transmisi South Sumatera-West Java (SSWJ) dan Distribusi Gas PGN. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi PGN sebagai Subholding Gas Pertamina yang terus mengedepankan operational excellence dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, implementasi ISO 55001 menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan aset dan operasional infrastruktur gas bumi dilakukan secara sistematis, efektif, terukur, dan berkelanjutan.
“Penerapan ISO 55001 memberikan fondasi kuat bagi perusahaan dalam mengelola aset secara optimal. Dengan pendekatan yang terstruktur, PGN dapat meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya perusahaan,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
ISO 55001 merupakan standar internasional terkait tata kelola manajemen aset yang dirancang untuk membantu perusahaan memperoleh manfaat maksimal dari aset yang dimiliki. Standar ini mencakup aspek efisiensi operasional, penguatan manajemen risiko, peningkatan keselamatan, hingga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Sertifikasi tersebut dinilai makin relevan mengingat cakupan infrastruktur gas bumi yang dikelola PGN tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, PGN menguasai pangsa pasar niaga gas bumi nasional sebesar 91,36 persen dengan wilayah operasional yang mencakup 18 provinsi dan 78 kota/kabupaten. PGN juga melayani lebih dari 822 ribu pelanggan melalui jaringan pipa gas bumi nasional sepanjang lebih dari 33.490 kilometer.
Bersama anak usaha dan afiliasinya, PGN mengelola berbagai infrastruktur strategis nasional, di antaranya Pipa Transmisi SSWJ, Pipa Distribusi Gas, Pipa Transmisi Gresik-Semarang, Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung, FSRU Jawa Barat, Liquefied Natural Gas (LNG) Hub Arun, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), hingga fasilitas Mother Station Compressed Natural Gas (CNG).
Melalui penerapan ISO 55001, PGN terus memperkuat pengelolaan asset integrity dan memastikan seluruh infrastruktur gas bumi tetap andal serta aman dalam operasionalnya. Standar tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan meminimalkan risiko serta mencegah potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap pelanggan maupun operasional bisnis.
Dalam setiap proses operasi dan pemeliharaan infrastruktur, PGN turut mengedepankan efisiensi biaya dan penguatan sinergi bersama anak perusahaan, afiliasi, serta seluruh pemangku kepentingan.
Fajriyah menegaskan, sertifikasi ISO 55001 menjadi pijakan bagi PGN untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola infrastruktur gas bumi secara berkelanjutan.
“Ke depan, PGN berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan kapabilitas pengelolaan infrastruktur gas bumi. Setiap keputusan investasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan aspek biaya, risiko, dan kinerja sehingga mampu meningkatkan keandalan infrastruktur sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang,” katanya.(srv)










