INDOPOSCO.ID – Kehilangan pekerjaan sering kali menjadi titik terendah dalam hidup seseorang. Itulah yang sempat dirasakan Ristianti. Profesi sebagai guru yang ia tekuni harus terhenti, disusul sang suami yang juga terkena pemutusan hubungan kerja. Dalam waktu singkat, roda ekonomi keluarga nyaris berhenti.
Namun, dari keterbatasan itu, Ristianti memilih bergerak. Ia mulai menjajakan kue secara sederhana, sementara suaminya beralih menjadi pengemudi ojek daring. Perlahan, mereka bertahan meski jauh dari kata mudah.
Titik terang datang saat Ristianti bergabung dengan program UMiMAX dari Pertamina. Melalui program ini, ia mendapatkan bantuan gerobak warkop lengkap dengan pelatihan serta pendampingan usaha. Transformasi pun terjadi.
Kini, Ristianti tak lagi sekadar bertahan. Ia berkembang menjadi pelaku usaha ultra mikro yang mandiri, dengan penghasilan yang mampu menopang pendidikan anak-anaknya.
Ristianti hanyalah satu dari 168 peserta program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) yang diwisuda sebagai wirausahawan siap tumbuh. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).
Program ini memang dirancang khusus untuk mereka yang terdampak secara ekonomi, terutama korban PHK dan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Rudi.
Sejak dimulai pada Desember 2025, UMiMAX telah menjangkau berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Karawang, Subang, hingga Bandung. Ragam usaha yang dikembangkan pun cukup variatif mulai dari warmindo, kopi keliling, hingga mini ATM. Hasilnya tidak main-main.
“Dari program ini, para peserta mampu mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar Rp30 juta, bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih laba lebih dari Rp10 juta per bulan. Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp2,75 miliar. Membukukan laba bersih hingga Rp858 juta. Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX,” tambahnya.
Sementara itu, Vice Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, Program Umimax merupakan inisiatif Pertamina dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro sehingga bisa berkembang, mandiri dan naik kelas.
“Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapasitas usaha sehingga bisa menjadi wirausaha yang andal,” jelas Baron.
Salah satu peserta UMiMAX, Tasya Putri Nabilah mengungkap program ini bukan hanya meningkatkan pendapatan saja, namun juga mampu menyekolahkan adik hingga ke perguruan tinggi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, atas program ini saya tadinya hampir putus kuliah. Namun sejak bergabung dengan UMiMAX, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya yang baru saja masuk perguruan tinggi,” ungkap Tasya.
Melihat hasil yang menjanjikan, Pertamina berencana memperluas jangkauan program ini hingga menjaring 1.000 peserta sepanjang 2026. Fokusnya tetap pada kelompok masyarakat dengan kerentanan ekonomi tinggi, berbasis pemetaan data sosial nasional.
Lebih dari sekadar program bantuan, UMiMAX kini menjadi simbol bahwa dari keterpurukan, selalu ada peluang untuk bangkit asal diberi akses, pendampingan, dan kepercayaan. (her)








