INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar mampu menjamin pemulihan akses di Selat Hormuz dalam waktu dekat guna mengatasi gangguan pasokan energi dunia. Upaya pembukaan kembali jalur vital tersebut diklaimnya tetap akan dilakukan meski tanpa bantuan dari pihak Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Langkah Iran menutup Selat Hormuz sendiri merupakan respons atas serangan Israel ke Lebanon yang tetap berlanjut di tengah kesepakatan gencatan senjata.
Trump menyatakan, AS akan membuka akses ke kawasan Teluk dan negara-negara lain diklaimnya telah menyatakan kesiapannya untuk membantu.
“Ini tidak akan mudah. Saya akan mengatakan ini: Kami akan membuka jalur itu dalam waktu dekat,” katanya seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (11/4/2026).
Belum ada tanda-tanda Iran akan mencabut blokade yang nyaris total di selat tersebut, padahal situasi ini telah memicu gangguan terparah dalam pasokan energi global.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah kemarin, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negaranya akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru.
Serangan udara besar-besaran dilancarkan Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026) telah menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya. Tindakan tersebut terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dengan Iran.
Sebagai bentuk balasan terhadap serangan Israel di Lebanon, Iran kemarin menutup lalu lintas pelayaran di sana dan menerbitkan peta ‘zona bahaya’ yang diyakini telah dipasangi ranjau. (dan)










