INDOPOSCO.ID – Perubahan perlahan tapi pasti mulai terasa dari cara Istana Kepresidenan berbicara kepada publik. Jika sebelumnya komunikasi pemerintah kerap dinilai berputar-putar, kini arah yang diambil tampak lebih lugas dan langsung ke inti persoalan.
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio melihat adanya pergeseran yang cukup signifikan. Ia menilai pesan-pesan yang disampaikan kini lebih efektif menjawab keresahan publik.
“Saya melihat komunikasi politik Istana ada perbaikan ya, meski terkesan lebih spontan, tapi karena yang disampaikan terasa lebih tepat, lebih singkat, dan langsung ke pokok persoalan, pada akhirnya publik mendapatkan jawaban dari polemik tersebut,” kata Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, perubahan ini tidak datang begitu saja. Ada peran penting dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang kini semakin aktif menjelaskan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Kehadiran Seskab, kata Hensa, bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian dari strategi komunikasi yang lebih terstruktur.
“Kehadiran Seskab Teddy dalam menjelaskan isu-isu yang berkembang memberi kesan bahwa Istana saat ini mulai sadar, kerja-kerja pemerintah juga harus diikuti komunikasi yang tertata,” kata Hensa.
Ia menegaskan, kerja pemerintah yang baik tidak akan berarti jika tidak disampaikan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat.
“Karena kalau kerjanya bagus tapi tidak dikomunikasikan dengan jelas kepada rakyat, maka rakyat akan selalu bertanya-tanya tentang kinerja pemerintah,” sambungnya.
Lebih jauh, Hensa menilai pendekatan komunikasi yang baru ini membawa dampak langsung terhadap suasana publik. Tidak hanya menghadirkan penjelasan, tetapi juga memberikan rasa kepastian.
“Jadi, kehadiran Bakom dan Seskab di sini bukan hanya memberikan pernyataan namun juga kepastian bagi publik terhadap isu-isu yang sedang ramai dibicarakan,” ungkapnya.
Tak hanya isi pesan yang berubah, nada komunikasi pun ikut bergeser. Jika sebelumnya cenderung defensif, kini Istana mulai tampil lebih solutif dan terbuka.
“Publik tentu menghargai komunikasi yang tegas dan tidak bertele-tele dan belakangan, gaya itu mulai terlihat lebih konsisten dari Istana,” tutur Hensa.
Dengan tren yang mulai terbentuk ini, Hensa berharap pola komunikasi yang lebih jelas dan responsif bisa terus dipertahankan. Ia optimistis, konsistensi akan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
“Ini harus dipertahankan, karena akhirnya rakyat akan jadi lebih tenang karena akan selalu ada komunikasi yang disampaikan pemerintah,” tambahnya. (her)










