INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump naik pitam dan menuduh Iran gagal menjamin keamanan kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz di tengah kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang baru berjalan sejak Rabu (8/4/2026).
“Itu bukan kesepakatan yang kita miliki,” kata Trump melalui platform di Truth Social @realDonaldTrump, Jumat (10/4/2026).
Ia turut mendengar kabar mengenai Iran yang menarik pungutan atas kapal tanker di selat tersebut. “Sepatutnya disudahi sekarang,” ujar Trump.
Belum ada tanda-tanda bahwa Iran akan mencabut blokade yang nyaris total di selat tersebut, padahal situasi ini telah memicu gangguan terparah dalam pasokan energi global.
Selama 24 jam pertama gencatan senjata, hanya sedikit kapal yang melintas dan mayoritas berasal dari pelabuhan Iran. Angka ini merosot tajam dibandingkan masa sebelum perang yang mencapai 140 kapal per hari.
Sebagai bentuk balasan terhadap serangan Israel di Lebanon, Iran kemarin menutup lalu lintas pelayaran di sana dan menerbitkan peta ‘zona bahaya’ yang diyakini telah dipasangi ranjau.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah kemarin, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa negaranya akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan adanya risiko serius terhadap gencatan senjata di Timur Tengah, menyusul serangan mematikan Israel ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 250 orang pada Rabu (8/4/2026).
PBB mengecam keras aksi militer tersebut dan mendesak semua pihak untuk menahan diri demi mencegah perang terbuka.
“Mengutuk hilangnya nyawa warga sipil dan sangat prihatin dengan meningkatnya korban di kalangan warga sipil,” ucap Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terpisah seperti dilansir dari Sky News, Kamis (9/4/2026). (dan)










