INDOPOSCO.ID – Ada nuansa berbeda yang mengiringi langkah Arema FC jelang laga tandang ke markas Persita Tangerang pada pekan ke-27 Super League 2025/26, Jumat malam WIB (10/4/2026). Setelah sempat pincang, kini skuad Singo Edan kembali utuh, dan itu bukan kabar biasa.
Beberapa pemain asing yang sebelumnya absen akhirnya siap kembali merumput. Kehadiran mereka seolah menjadi bahan bakar baru bagi tim yang tengah berusaha keluar dari fase sulit. Dalam beberapa pekan terakhir, hasil memang belum berpihak, namun kini harapan itu kembali menyala.
Menariknya, di tengah keterbatasan sebelumnya, justru muncul cerita yang tak kalah penting. Saat bermain imbang 1-1 melawan Malut United FC, Arema tampil dengan dominasi pemain lokal—dan mereka menjawab kepercayaan itu dengan performa solid.
Pelatih Arema, Marcos Santos pun tak ragu menunjukkan apresiasinya. “Saya bangga. Saya memberikan kesempatan kepada semua pemain tanpa membedakan pemain asing atau lokal. Hampir semua pemain kami sudah mendapatkan kesempatan bermain musim ini,” ujar Santos dalam keterangan resmi klub, Jumat (10/4/2026).
Bagi pelatih asal Brasil itu, satu hal yang tak bisa ditawar: performa adalah segalanya. Status, asal, maupun label bukan jaminan untuk mendapatkan tempat di lapangan.
Kini, dengan kembalinya nama-nama seperti Dalberto Luan Belo, Matheus Blade, Betinho Filho, dan Joel Vinicius, dinamika dalam tim berubah. Persaingan makin tajam, intensitas latihan meningkat, dan kualitas tim pun ikut terdongkrak.
Alih-alih melihatnya sebagai tantangan, Santos justru menyambut situasi ini sebagai keuntungan besar.
“Dalam sepak bola, tidak ada perbedaan antara pemain asing dan lokal. Siapa yang terbaik, dia yang bermain,” ungkapnya.
Meski saat ini masih tertahan di papan tengah klasemen sementara, Arema belum menyerah. Lima laga tanpa kemenangan memang jadi catatan yang harus segera diperbaiki, tetapi bukan berarti segalanya telah berakhir. Justru sebaliknya, Santos melihat ini sebagai bagian dari proses panjang membangun tim yang lebih kuat dan tangguh.
Dengan delapan pertandingan tersisa, peluang masih terbuka lebar. Setiap laga kini bernilai krusial bukan hanya untuk posisi, tapi juga untuk mengembalikan rasa percaya diri yang sempat goyah.
“Kami harus finis di posisi yang lebih baik untuk menghormati nama Arema dan membanggakan Aremania,” tambahnya. (her)








