INDOPOSCO.ID – Atmosfer Anfield dipastikan membara. Liverpool menghadapi ujian besar saat menjamu Paris-Saint Germain (PSG) pada leg kedua perempatfinal Liga Champions 2025/26, Rabu (15/2/2026) dini hari WIB. Tertinggal agregat 0-2, The Reds tidak punya pilihan selain tampil habis-habisan demi menjaga asa ke semifinal.
Namun, pelatih Arne Slot menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar soal menyerang. Ia menekankan pentingnya keseimbangan, sebuah formula yang menurutnya akan menentukan nasib timnya di pertandingan krusial ini.
“Saya pikir kita harus menemukan keseimbangan sempurna antara bersikap ofensif. Tapi untuk bersikap ofensif, Anda harus memiliki bola dan mendapatkan bola kembali,” kata Slot dalam keterangan resmi klub, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, menyerang tanpa kontrol permainan hanya akan menjadi bumerang. Oleh karena itu, penguasaan bola menjadi aspek vital yang harus diperbaiki dari pertemuan sebelumnya di Paris.
“Jadi, itulah mengapa sejarah klub ini dan di klub lain Anda telah melihat pemain yang sangat bagus secara ofensif tetapi juga mampu melakukan pekerjaan bertahan, karena satu-satunya cara untuk mencetak gol adalah jika Anda memiliki bola,” ungkapnya.
Slot secara terang-terangan mengakui dominasi PSG di leg pertama menjadi pekerjaan rumah utama. Saat itu, wakil Prancis mampu menguasai permainan secara signifikan, sesuatu yang tak boleh terulang.
“Terakhir kali kami saling berhadapan, mereka (PSG) memiliki bola (penguasaan bola) 76 persen, jadi itu hal pertama yang harus kami ubah besok untuk memiliki bola lebih banyak. Dan jika kami memiliki lebih banyak (penguasaan bola) maka itu bagus untuk kami memiliki ancaman menyerang di lapangan,” tegas Slot.
Di sisi lain, PSG datang ke Anfield tanpa niat bertahan total. Pelatih Luis Enrique memastikan timnya tetap akan bermain dengan identitas menyerang, meski sudah mengantongi keunggulan dua gol.
“Pertandingan akan sangat berbeda dari leg pertama. Kami perlu tahu bagaimana mengelola saat-saat sulit dan kemudian memainkan permainan kami seperti biasa. Kami tidak datang ke sini hanya untuk mempertahankan hasilnya,” tutur Enrique.
Dengan kedua tim sama-sama mengusung pendekatan ofensif, laga ini berpotensi menjadi duel terbuka yang sarat intensitas. Bagi Liverpool, ini bukan sekadar pertandingan, ini tentang membuktikan bahwa Anfield masih menjadi tempat lahirnya keajaiban. (her)










