INDOPOSCO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperkuat dukungan terhadap perempuan dalam menjalankan peran pengasuhan dan kehidupan keluarga melalui berbagai program prioritas. Upaya ini diwujudkan antara lain melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak).
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan dukungan terhadap perempuan tidak dapat dilepaskan dari pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. “Kemendukbangga/BKKBN mendorong agar peran pengasuhan dapat dibagi sehingga ayah juga bisa terlibat,” ujarnya dalam Dialog Nasional dan Lokakarya di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, beban pengasuhan selama ini masih banyak dipikul oleh ibu yang juga menjalankan berbagai peran lain dalam kehidupan sehari-hari. Melalui GATI, Kemendukbangga/BKKBN mendorong kehadiran ayah yang aktif dan bertanggung jawab dalam pengasuhan, sehingga perempuan memiliki ruang yang lebih seimbang dalam menjalani perannya.
Selain itu, program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dihadirkan sebagai wadah edukasi dan pendampingan keluarga yang terintegrasi, khususnya bagi ibu, dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak. Melalui program ini, keluarga mendapatkan pembekalan terkait pola asuh yang responsif, pemenuhan kebutuhan dasar anak, serta stimulasi tumbuh kembang anak sejak usia dini. Tamasya dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan kelas pengasuhan, baik secara daring maupun luring.
Melalui pelaksanaan program GATI dan Tamasya, Kemendukbangga/BKKBN pada akhirnya mendorong terwujudnya ketahanan keluarga yang kuat dan berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, Wamen Isyana menekankan bahwa penguatan peran perempuan dan keluarga merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.
Penguatan ketahanan keluarga membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, mitra kerja, dunia usaha, maupun komunitas. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memperluas jangkauan program serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan di lapangan. “Di Kemendukbangga/BKKBN, kolaborasi terus dilakukan untuk menyatukan gerak langkah dalam menciptakan ketahanan keluarga,” ujar Wamen Isyana.
Pada akhirnya, penguatan peran perempuan dalam keluarga menjadi salah satu kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan nasional yang inklusif dan berdaya tahan. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, S.I.P., M.A., menegaskan bahwa pembangunan nasional bertumpu pada kekuatan keluarga. “Ketahanan nasional dibangun dari bawah, dari keluarga. Ketahanan keluarga hampir selalu bertumpu pada perempuan,” jelasnya. (ney)










