INDOPOSCO.ID – Komitmen pengelolaan lingkungan di sektor hulu migas kembali ditegaskan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 dengan raihan 15 penghargaan PROPER: 10 PROPER Hijau dan 5 PROPER Biru. Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI di Sasono Langen Budoyo, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).
Capaian ini menegaskan PHR Regional 1 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance), tetapi juga melampaui ketentuan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan praktik keberlanjutan yang terukur di lapangan. PROPER Biru menunjukkan pemenuhan seluruh regulasi lingkungan, sementara PROPER Hijau merefleksikan upaya beyond compliance lewat inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Vice President HSSE PHR Regional 1, Tujuan Sanggam Silaen, menyatakan raihan ini merupakan hasil komitmen kolektif pekerja dalam menjadikan aspek lingkungan sebagai bagian integral operasi.
“PHR harus comply terhadap komitmen lingkungan, sekaligus menunjukkan kepemimpinan pada aspek-aspek lingkungan di setiap kegiatan operasional. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan,” tuturnya.
Tujuan menambahkan, keselarasan operasi hulu migas dengan regulasi menjadi kunci, terutama dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui inisiatif efisiensi energi dan edukasi bagi pekerja serta masyarakat.
Inovasi Teknis: Hemat Energi, Turunkan Emisi
Di wilayah kerja PT Pertamina EP Field Rantau, PHR Regional 1 mengembangkan program Eco Inovasi SALI X PEP (Saringan Ulir Pertamina EP). Inovasi ini meningkatkan efisiensi peralatan downhole pada sumur SRP dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Hasilnya signifikan: penghematan solar hingga 94.500 liter serta penurunan emisi CO₂ 245 ton, CH₄ 0,01292 ton, dan N₂O 0,01292 ton. Kajian Life Cycle Assessment (LCA) menunjukkan dampak positif pada berbagai indikator lingkungan, mulai dari global warming potential hingga cumulative energy demand.
Inovasi Sosial: Limbah Bambu Jadi Solusi IPAL
Sementara di PT Pertamina EP Field Limau, inovasi sosial Biobachar (Bio-Bamboo Charcoal) dijalankan melalui Rumah Kreatif Boek Khaman. Limbah anyaman bambu diolah dengan pirolisis menjadi biobachar untuk media filtrasi IPAL batik menggunakan metode Hybrid Constructed Wetland.
Tak berhenti di situ, excess gas dari proses pirolisis dikonversi menjadi energi panas bagi kegiatan produksi masyarakat pada subprogram Tunas Buloh Khaman. Skema ini menciptakan nilai tambah melalui prinsip ekonomi sirkular sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Menurut Tujuan, capaian PROPER menjadi momentum evaluasi berkelanjutan agar pengelolaan lingkungan selalu selaras dengan standar terbaru pemerintah dan arah kebijakan nasional, sekaligus sejalan dengan komitmen PT Pertamina (Persero).
Ke depan, PHR Regional 1 akan memperkuat sistem manajemen lingkungan, mendorong inovasi, dan memperluas kolaborasi pemangku kepentingan agar kepatuhan tidak berhenti sebagai target minimum, melainkan menjadi budaya kerja di seluruh lini operasi.
Berikut daftar lengkap penerima PROPER di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1. Untuk kategori PROPER Hijau, penghargaan diraih oleh PT Pertamina EP Field Rantau, PHE Jambi Merang, PT Pertamina EP Field Ramba, PHE Ogan Komering, PT Pertamina EP Field Pendopo, PHE Raja Tempirai, PT Pertamina EP Field Adera, PT Pertamina EP Field Prabumulih, PT Pertamina EP Field Limau, serta PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu.
Sementara itu, pada kategori PROPER Biru, penghargaan diberikan kepada PHE NSO, PT Pertamina EP Field Jambi, PT Pertamina Hulu Rokan – Bekasap Rokan, PT Pertamina Hulu Rokan – Duri Steam Flood, dan PT Pertamina Hulu Rokan – Minas Siak. (srv)










