INDOPOSCO.ID – Rusia menyebut ambisi militer Amerika Serikat dan Israel telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam jurang perang yang lebih luas. Peringatan keras itu mencuat setelah Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social memberikan sinyal eskalasi militer kian membahayakan di kawasan tersebut.
“Kami mencatat bahwa tingkat ketegangan di kawasan ini meningkat dan terus meningkat,” kata Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov seperti dilansir dari Sky News, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, situasi kritis yang menyelimuti kawasan saat ini merupakan buntut dari tindakan agresi terhadap Iran. Rusia memperingatkan langkah-langkah semacam itu hanya akan mendatangkan risiko destruktif bagi keamanan internasional.
“Faktanya, seluruh kawasan ini sedang dalam keadaan genting. Ini semua adalah konsekuensi yang sangat berbahaya dan negatif dari agresi yang dilancarkan terhadap Iran,” ujar Peskov.
Peskov juga mengkhawatirkan tentang meluasnya jangkauan geografis pertempuran dan konsekuensinya.
“Geografi konflik ini telah meluas, dan kini kita semua menyadari konsekuensi yang kita hadapi, termasuk konsekuensi yang sangat, sangat negatif bagi perekonomian global,” imbuh Peskov.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengultimatum Iran untuk membuka jalur energi global itu dalam kurun waktu 48 jam sejak Sabtu (4/6/2026). Namun, kini ia kembali menambah batas waktu bagi Iran.
“Selasa, pukul 8:00 malam Waktu Timur!,” celetuk Trump terpisah melalui platform Truth Social, Senin (6/4/2026). Jika tuntutan itu tidak terpenuhi, Trump bakal menyerang fasilitas energi dan infrastruktur vital Iran. (dan)










