INDOPOSCO.ID – Pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV, meminta peperangan segera dihentikan dan meminta para pemimpin dunia untuk memilih jalan perdamaian.
“Kepada mereka yang memiliki senjata perang, supaya meletakkannya!” tegas Paus Leo usai ibadah Minggu Paskah bersama umat Katolik di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Paus Leo mengatakan perdamaian yang sebenarnya muncul dari keinginan kedua pihak yang berperang dan tanpa ada unsur paksaan.
“Tidak bisa dicapai dengan keinginan untuk mendominasi pihak lain, tetapi untuk merangkul mereka,” katanya.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu memperingatkan bahwa dunia “semakin terbiasa dengan kekerasan”.
“Kita menjadi acuh tak acuh bukan hanya terhadap kematian ribuan orang, tetapi juga terhadap kebencian dan perpecahan yang disebabkan oleh perang, serta konsekuensi ekonomi dan sosialnya,” tuturnya.
Mengutip ungkapan dari mendiang Paus Fransiskus, Paus Leo memperingatkan tentang “meningkatnya globalisasi ketidakpedulian”.
“Kita tidak bisa terus tak acuh! Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan!” desaknya.
Karena alasan ini, katanya, ia akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada 11 April mendatang di Basilika Vatican.
Sebagai penutup pesan Urbi et Orbi, Paus menekankan bahwa kedamaian Paskah bukan hanya hening dari senjata tetapi juga kedamaian batin yang “menyentuh dan mengubah hati kita masing-masing”.
Seperti Yesus yang menang atas kematian, Paus mengajak umat beriman untuk menang “tanpa kekerasan”, berdasarkan kasih yang menciptakan, menghasilkan, mengampuni, dan menebus dosa.
Pernyataan itu dinilai sangat relevan untuk merespons eskalasi terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Leo XIV, Paus pertama asal AS sepanjang sejarah Gereja Katolik, telah berulang kali mengutuk perang dan menyerukan dialog untuk perdamaian. (bro)








