INDOPOSCO.ID – Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat lonjakan harga pangan global pada Maret ke titik tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan itu menandai tren penguatan harga pangan dunia yang telah berlangsung selama dua bulan berturut-turut.
Indeks Harga Pangan FAO, yang memantau sekeranjang komoditas yang diperdagangkan secara global, rata-rata mencapai 128,5 poin bulan lalu. Harga komoditas dasar seperti gula, beras, dan biji-bijian terancam karena gangguan rantai pasok akibat ketegangan di Timur Tengah.
“Naik 2,4 persen dari Februari,” kata FAO seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (3/4/2026).
Badan PBB tersebut juga memperkirakan produksi sereal global tahun 2026 akan mencetak rekor baru sebesar 3,036 miliar metrik ton, atau mengalami kenaikan hampir 6 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Angka-angka ini muncul di tengah peringatan berulang kali dari PBB dan organisasi lain bahwa perang di Ukraina terus memberikan tekanan pada rantai pasokan pangan global.
Eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas dunia, yang langsung berimbas pada lonjakan biaya produksi dan logistik pangan.
Meskipun ada kekhawatiran, pemerintah memastikan Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor pangan langsung dari Timur Tengah, namun tetap mengantisipasi dampak inflasi global. (dan)








