INDOPOSCO.ID – Buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara memperluas jangkauan diplomasi kulinernya ke Korea Selatan, melengkapi perjalanan internasionalnya setelah menyambangi Amerika, Timur Tengah dan Jepang.
Kehadiran buku itu di Korea Selatan merupakan kelanjutan dari rangkaian perjalanan global yang sebelumnya dibawa oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan berkolaborasi dengan Wakapolri Dedi Prasetyo Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo ke berbagai penjuru dunia.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan bahwa perjalanan global buku itu merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia. Sebelumnya, buku tersebut telah diperkenalkan ke London, forum World Economic Forum di Davos, Washington D.C. Ada hingga Jeddah, serta penguatan diplomasi di Kedutaan Besar Jepang.
“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan,” kata Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Perkembangan terbaru ini dilanjutkan oleh Dirgayuza Setiawan yang membawa semangat gastrodiplomasi Indonesia ke Korea Selatan melalui pemberian buku terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Buku tersebut diserahkan kepada Cecep Herawan, diplomat senior Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan di Seoul, yang dikenal aktif mendorong penguatan kerja sama Indonesia–Korea Selatan.
“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep,” ujar Dirgayuza terpisah di Korea Selatan.
Dirgayuza menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program serupa dengan skala nasional. Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 triliun.
“Membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di Korea, MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa,” jelasnya. (dan)










