• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pastikan Belanja Online Tetap Aman dengan Waspada Ciri Penipuan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 1 April 2026 - 14:17
in Nasional
bc2
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Belanja online kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kegiatan belanja online menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari penyediaan barang kebutuhan sehari-hari hingga fleksibilitas dalam bertransaksi. Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah, seperti Bea Cukai.

Bea Cukai mencatat terdapat 8.183 pengaduan penipuan selama tahun 2025. Jumlah ini naik sebesar 27,42 persen dibandingkan jumlah pengaduan selama tahun 2024 yang berjumlah 5.939 pengaduan. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 5.161 kasus pada tahun 2025 masuk dalam kategori modus belanja online. Jumlah tersebut naik sebesar 33,6 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang berjumlah 3.427 kasus.

BacaJuga:

Menag Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi Pesantren

Pasca-OTT KPK, BNPB Pastikan Pelayanan Bencana Tetap Berjalan Optimal

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Kemendukbangga Beri Ruang Bagi Remaja untuk Berani Bersuara

Salah satu contoh kasus belanja online yang sering terjadi adalah pelaku menghubungi korban melalui pesan singkat dan menyampaikan bahwa barang kiriman tidak memiliki dokumen legalitas. Pelaku bahkan mengancam akan menerbitkan surat penangkapan jika korban tidak segera menindaklanjuti pesan tersebut.

Modus ini sering kali dibuat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan. Pelaku menyebut istilah-istilah teknis, seperti “label cukai”, “dokumen pajak”, bahkan mengutip pasal hukum untuk menakut-nakuti korban. Tujuannya untuk membuat korban panik sehingga mudah mengikuti arahan pelaku.

Oleh karena itu, agar tidak terjebak dalam modus serupa, masyarakat perlu mengenali beberapa ciri penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, antara lain:
1. Pelaku sering kali menggunakan nomor pribadi yang tidak jelas identitasnya. Pelaku biasanya menghubungi korban menggunakan nomor telepon biasa atau akun aplikasi pesan instan yang tidak terverifikasi sebagai akun resmi instansi.
2. Pelaku menggunakan bahasa yang menekan atau mengancam. Pesan yang dikirim sering kali berisi ancaman pidana, denda besar, atau bahkan penangkapan agar korban merasa takut dan segera mengikuti instruksi pelaku.
3. Pelaku meminta korban segera melakukan tindakan tertentu. Biasanya korban diminta segera menghubungi nomor tertentu, mengirim data pribadi, atau melakukan pembayaran dengan alasan menyelesaikan masalah barang kiriman.
4. Pelaku menyampaikan informasi yang tidak jelas dan sulit diverifikasi. Pelaku sering menyebutkan istilah hukum atau prosedur secara tidak tepat, bahkan terkadang menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan komunikasi resmi instansi.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa dalam menghadapi situasi seperti ini, masyarakat tidak perlu panik. “Bila mendapat pesan atau panggilan telepon berisi ancaman, usahakan tetap tenang dan jangan panik. Cek kebenaran informasi melalui kanal resmi Bea Cukai dan laporkan melalui platform #AmanBersama,” imbuhnya.

Prinsip sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah Stop, Cek, dan Lapor. Stop, tenangkan diri dulu dan berikan ruang di otak untuk berpikir jernih. hentikan komunikasi jika menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Cek, pastikan kebenaran informasi tersebut melalui kanal resmi Bea Cukai atau layanan informasi yang tersedia. Lapor, jika pesan tersebut terindikasi penipuan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Bea Cukai agar dapat ditindaklanjuti.

Budi menegaskan bahwa dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami ciri-ciri penipuan, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus yang merugikan. Masyarakat dapat mengunjungi situs https://www.beacukai.go.id/amanbersama untuk mengetahui informasi atau melaporkan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai.

“Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, literasi informasi menjadi kunci penting agar pengalaman berbelanja online tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (ipo)

Tags: Bea CukaiBelanja Onlinepenipuan

Berita Terkait.

Menag Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi Pesantren
Nasional

Menag Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi Pesantren

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:22
Soroti Kehadiran Raffi Ahmad Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Andovi da Lopez: Jangan Sembunyi di Balik Ketidaktahuan
Nasional

Pasca-OTT KPK, BNPB Pastikan Pelayanan Bencana Tetap Berjalan Optimal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:47
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Kemendukbangga Beri Ruang Bagi Remaja untuk Berani Bersuara
Nasional

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Kemendukbangga Beri Ruang Bagi Remaja untuk Berani Bersuara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58
p2mi
Nasional

Berkaca Kasus Tentara Bayaran, Menteri P2MI Imbau Warga Lapor Perekrutan Ilegal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20
bc3
Nasional

Bea Cukai Libatkan Pemda dan Kepolisian untuk Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:11
tka
Nasional

Dugaan Pelanggaran TKA SMA, Kemendikdasmen Kantongi Sejumlah Nama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:08

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5155 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.