INDOPOSCO.ID – DPP PDI Perjuangan menegaskan komitmennya terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menyikapi dinamika geopolitik global, khususnya ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa prinsip tersebut merupakan amanat konstitusi yang berakar dari pemikiran para pendiri bangsa, seperti Soekarno dan Mohammad Hatta.
“Bahwa kemerdekaan Indonesia ialah menunjukkan suatu spirit pembebasan bagi bangsa-bangsa terjajah di Asia Afrika. Karena itulah kemerdekaan sebagai hak segala bangsa harus diperjuangkan dan tidak boleh diingkari,” ujar Hasto saat berada di Blitar, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026).
Ia menegaskan, kemerdekaan tidak boleh dilanggar oleh tindakan negara mana pun, termasuk kekuatan besar terhadap negara berdaulat. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi dasar kuat bagi Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Hasto juga mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah melakukan pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk geopolitik global. Dalam pertemuan tersebut, dialog antar pemimpin dinilai menjadi kunci dalam merespons dinamika dunia.
Selain itu, Megawati juga berbagi pengalaman diplomasi internasional kepada Presiden Prabowo, termasuk pentingnya komunikasi antarnegara dalam menjaga stabilitas global.
Menurut Hasto, Indonesia sebagai bangsa yang pernah mengalami penjajahan memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan nilai kemerdekaan dan keadilan di tingkat global.
“Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Itulah yang harus dilanjutkan oleh seluruh presiden,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga melakukan ziarah ke makam ayahnya, Soekarno, di Blitar. Kegiatan itu diikuti oleh keluarga serta jajaran pengurus partai dengan agenda doa bersama dan tabur bunga.
PDIP menilai, nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam merumuskan kebijakan luar negeri Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berorientasi pada perdamaian dunia. (dil)










