• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Setara: Pembentukan TGPF Kasus Andrie Yunus Jadi Gambaran Sikap Politik Prabowo

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 29 Maret 2026 - 18:08
in Nasional
Aktivis

Aktivis KontraS Andrie Yunus. Foto: Dok KontraS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Dewan Nasional Setara Institute, Hendardi, menyatakan bahwa pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus menjadi cerminan sikap politik Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan hukum.

Ia menyebut ada 2 perkembangan krusial terkait kasus ini. Pertama, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab komando setelah 4 anak buahnya di Detasemen Markas (Denma) BAIS diduga terlibat dalam kasus tersebut, sebagaimana diumumkan TNI pada 25 Maret 2026. Posisi Yudi kemudian digantikan oleh Mayjen TNI Achmad Rizal Ramdhani.

BacaJuga:

Dituding Intervensi Kasus Viral, Komisi III DPR Buka Suara: “Kami Hanya Awasi, Bukan Penegak Hukum”

Soroti Usulan JK, Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik

Alumni UNS, dari Menteri sampai Profesional, Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi

Kedua, terdapat kesan melemahnya proses penyidikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebelumnya, Polri telah secara cepat dan proaktif melaksanakan instruksi Presiden dengan mengungkap identitas dua terduga pelaku langsung dengan inisial BHW dan MAK melalui analisis ilmiah CCTV serta keterangan saksi.

Namun, hasil ini berbeda dengan versi tersangka yang diumumkan TNI, yaitu empat anggota BAIS dengan inisial NDP, SL, BHW, dan ES yang kini sedang diperiksa di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. “Perkembangan tersebut merupakan polemik yang sangat mengkhawatirkan bagi penegakan hukum,” ujar Hendardi dalam keterangan, Minggu (29/3/2026).

“Presiden Prabowo tidak memiliki pilihan lain selain membentuk TGPF untuk mengungkapkan kebenaran secara terang benderang,” sambung Hendardi.

Ia menambahkan, bahwa TGPF harus dibentuk oleh Presiden dengan melibatkan penyidik dan investigator independen, termasuk pakar hukum, akademisi, dan masyarakat sipil. Tim tersebut juga perlu diberikan jaminan akses yang kuat dan luas untuk penyelidikan.

“Tujuannya untuk memulihkan kepercayaan publik serta mengungkap kasus secara holistik, termasuk mengklarifikasi rentang komando dan tanggung jawab yang ada jika terdapat keterlibatan BAIS,” terangnya.

“Pada akhirnya, hasil kerja TGPF harus ditindaklanjuti di peradilan umum, bukan peradilan koneksitas atau militer,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 17 Maret 2026 telah memberikan perintah kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus ini secara objektif, terbuka, dan secepatnya.

Hendardi menegaskan bahwa kehendak politik untuk menegakkan hukum sesuai perintah tersebut hanya dapat terwujud melalui pembentukan TGPF. “Jika tidak, publik berhak menganggap perintah Presiden hanya sebatas omon-omon,” ungkapnya. (nas)

Tags: Kasus Andrie YunusSETARATGPF

Berita Terkait.

Dituding Intervensi Kasus Viral, Komisi III DPR Buka Suara: “Kami Hanya Awasi, Bukan Penegak Hukum”
Nasional

Dituding Intervensi Kasus Viral, Komisi III DPR Buka Suara: “Kami Hanya Awasi, Bukan Penegak Hukum”

Minggu, 12 April 2026 - 23:54
Soroti Usulan JK,  Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik
Nasional

Soroti Usulan JK, Fraksi Gerindra Ingatkan Risiko Daya Beli Anjlok Jika Harga BBM Naik

Minggu, 12 April 2026 - 22:09
Alumni UNS, dari Menteri sampai Profesional, Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi
Nasional

Alumni UNS, dari Menteri sampai Profesional, Kumpul Bangun Jejaring dan Kolaborasi

Minggu, 12 April 2026 - 21:13
Lolos TEEP, 3 Mahasiswa Atma Jaya Perluas Jejak Akademik ke Taiwan
Nasional

Lolos TEEP, 3 Mahasiswa Atma Jaya Perluas Jejak Akademik ke Taiwan

Minggu, 12 April 2026 - 19:21
BPJS Watch: 12 April Jadi Momentum Evaluasi Program MBG dan Perlindungan Anak
Nasional

BPJS Watch: 12 April Jadi Momentum Evaluasi Program MBG dan Perlindungan Anak

Minggu, 12 April 2026 - 18:36
Ni-Luh-Puspa
Nasional

Wamenpar: Saka Yoga Festival Momentum Perkuat Pariwisata Berbasis Wellness

Minggu, 12 April 2026 - 16:29

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2416 shares
    Share 966 Tweet 604
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    787 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.