INDOPOSCO.ID – Anggota Persaudaraan Umat Islam (PUI) menggelar aksi doa bersama di Kilometer 50 (KM 50) Tol Jakarta-Cikampek. Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mendalam atas keadilan yang belum tuntas.
Dengan khusyuk dan penuh keprihatinan, para peserta memanjatkan doa bagi para korban yang pergi meninggalkan keluarga dalam peristiwa yang terjadi pada 7 Desember 2020 lalu.
PUI menyatakan, aksi doa bersama ini adalah seruan nurani bahwa di balik setiap angka dalam catatan hukum, ada manusia, ada keluarga, ada air mata yang belum kering.
“Kami hadir di sini untuk berdoa dan mengingatkan bahwa keadilan tidak boleh kedaluwarsa,” ujar Koordinator PUI, Sjahrir Jasim dalam keterangan, Sabtu (28/3/2026).
“5 tahun lebih berlalu, tetapi keluarga korban tragedi KM 50 masih menunggu kebenaran yang utuh. Polri harus menuntaskan kasus ini hingga tuntas tanpa terkecuali,” sambung Sjahrir.
Menurutnya, aksi doa bersama ini merupakan dari rangkaian gerakan moral PUI. Sebelumnya, dikatakan dia, PUI menggelar aksi damai di Kompleks Parlemen dan Mabes Polri.
“Polri dapat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dengan cepat dan profesional. Karena itu, publik juga berharap standar yang sama diterapkan dalam kasus-kasus besar yang masih menyisakan pertanyaan, seperti Tragedi Kanjuruhan dan KM 50,” terangnya.
Ia menambahkan, kasus KM 50 yang mengakibatkan kematian 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) meninggalkan sederet kejanggalan yang belum terjawab. Misalnya, hilangnya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP).
“Apakah hilangnya CCTV itu semata kelalaian administratif, kelemahan sistem pengamanan bukti. Kejanggalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” katanya.
Ia mendesak Polri segera melanjutkan dan menuntaskan pengusutan kasus KM 50 secara transparan. Dan Komisi III DPR membentuk pansus untuk mengawasi dan mendorong proses hukum agar berjalan adil.
“Kami tidak akan berhenti bersuara selama keadilan belum ditegakkan. Kami akan terus hadir, terus berdoa, dan terus mengingatkan,” ucapnya. (nas)









