INDOPOSCO.ID – Langit Anfield tampaknya tak akan pernah benar-benar sama lagi. Musim ini menjadi garis akhir dari sebuah kisah panjang yang nyaris sempurna.
Mohamed Salah, sosok yang selama bertahun-tahun menjadi denyut nadi serangan Liverpool, memutuskan untuk mengakhiri petualangannya lebih cepat dari rencana awal. Musim panas nanti, ia benar-benar akan pergi, mengakhiri hampir satu dekade yang penuh gemuruh sorak, rekor, dan momen tak terlupakan.
Keputusan ini memang mengejutkan. Kontraknya sejatinya masih tersisa hingga 2027. Namun, terkadang dalam sepak bola, seperti dalam hidup, perpisahan datang tanpa menunggu waktu yang “ideal”.
Didatangkan dari AS Roma pada 2017, Salah langsung meledak di musim perdananya. Ia bukan hanya beradaptasi, ia mendominasi. Empat puluh empat gol di semua kompetisi, termasuk 32 di liga, menjadi pembuka dari kisah yang kemudian berubah menjadi legenda.
Sejak saat itu, ia tak pernah benar-benar melambat. Gol demi gol, assist demi assist, hingga kini mencatatkan 255 gol dan 122 assist dari 435 penampilan. Lebih dari sekadar angka, itu adalah jejak pengaruh yang mengubah wajah Liverpool di era modern. Delapan trofi pun ikut ia persembahkan, termasuk dua gelar Premier League dan satu mahkota Liga Champions.
Namun, di balik semua statistik itu, ada sesuatu yang lebih besar: hubungan emosional antara seorang pemain dan para pendukungnya.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosialnya, Salah menyampaikan salam perpisahan yang terasa begitu personal, bukan sekadar ucapan formal seorang atlet profesional.
“Halo semuanya. Sayangnya hari itu harus tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool akhir musim ini,” ujar Salah dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Rabu (25/3/2026).
“Pertama-tama saya tidak pernah membayangkan bagaimana klub, kota, dan orang-orangnya sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari hidup saya,” lanjutnya.
Liverpool, tegas Salah, bukan cuma klub sepakbola. Ada gairah, sejarah, semangat orang-orang di klub ini yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
“Kami merayakan kemenangan bersama-sama, kami memenangi banyak trofi bergengsi, dan kami bertarung bareng melewati saat-saat sulit dalam hidup kami,” ungkap penyerang asal Mesir itu.
“Saya selalu kehabisan kata-kata untuk menjelaskan soal dukungan fans kepada saya, baik di kala susah maupun senang, saya akan selalu mengingatnya,” sambungnya.
Lebih lanjut, dengan suara yang terasa berat menahan perpisahan, ia menutup pesannya dengan ungkapan paling tulus yang mencerminkan kedalaman hubungannya dengan Liverpudlian -julukan suporter Liverpool-.
“Tidak pernah mudah untuk pergi. Anda memberikan saat terbaik dalam hidup saya. Saya selalu jadi bagian dari Anda semua,” tegasnya.
“Karena kalian, saya tidak akan pernah sendirian,” tambahnya.
Salah mungkin akan pergi. Tapi seperti yang sering terjadi pada legenda, ia tak benar-benar meninggalkan tempat yang telah menjadi rumahnya.
Karena di setiap sudut Anfield, di setiap nyanyian suporter, dan di setiap kenangan kemenangan, nama Mohamed Salah akan selalu hidup. (her)










