Sementara itu, wilayah Ciracas menjadi titik pengungsian terbanyak yang tersebar di Masjid Baiturhim (85 jiwa), Aula Masjid An-Nur (70 jiwa), Masjid Al-Ikhlas (46 jiwa), hingga area Pabrik Mustika Ratu yang menampung 105 jiwa, serta tambahan 50 jiwa yang mengungsi di Kantor Kelurahan Baru.
“Jumlah Kepala Keluarga (KK) pengungsi: 201 KK. Jumlah jiwa pengungsi: 696 jiwa,” kata Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Banjir yang melanda wilayah Jakarta Timur dipicu oleh kombinasi hujan deras dan ketidakmampuan sungai menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga. Tinggi muka air berkisar antara 30 hingga 80 cm.
“Penyebab banjir: curah hujan tinggi, luapan Kali Cipinang, luapan Kali Cilangkap, dan luapan Kali Sunter,” ungkap Yohan.
Total ada 46 RT di Jakarta Timur yang terdampak banjir, meliputi Kelurahan Ciracas sebanyak 16 RT, Kelurahan Cibubur dan Cipinang Melayu masing-masing enam RT.
Selain itu, banjir juga merendam Kelurahan Cilangkap dan Dukuh masing-masing lima RT, serta Kelurahan Munjul, Cipinang Muara, dan Pekayon masing-masing dua RT, sementara Kelurahan Ceger dan Baru masing-masing mencatat satu RT. (dan)









