INDOPOSCO.ID – Di saat gema takbir menghangatkan suasana Lebaran di seluruh penjuru negeri, ada sekelompok orang yang merayakan hari kemenangan dengan cara berbeda di tengah laut, jauh dari keluarga. Mereka adalah Perwira Pertamina yang tetap siaga memastikan produksi minyak dan gas bumi (migas) berjalan tanpa henti demi menjaga pasokan energi nasional.
Di fasilitas lepas pantai milik Pertamina, Hari Raya Idulfitri bukan menjadi alasan untuk menghentikan operasi. Justru di momen inilah komitmen dan dedikasi para pekerja energi benar-benar diuji.
Salah satunya adalah Andi Nandayani, Plant Operator di Zulu Flow Station, Regional 2 Zona 5 Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Tahun ini menjadi Lebaran pertamanya sebagai pekerja di industri hulu migas sekaligus pertama kalinya ia tidak merayakan hari raya bersama keluarga.
Sebagai satu-satunya pekerja perempuan di fasilitas tersebut, Nanda, sapaan akrabnya, harus menahan rindu kepada anak dan suaminya. Ia bergabung dengan Subholding Upstream Pertamina pada 2025 dan langsung dihadapkan pada realitas tugas di lapangan yang menuntut kesiapsiagaan penuh.
“Suami sangat mendukung keputusan saya untuk tetap bertugas. Tapi anak saya masih kecil, jadi harus diberi pengertian secara perlahan kenapa ibunya tidak bisa pulang saat Lebaran. Itu yang paling menguras perasaan,” ungkapnya, dikutip Jumat (20/3/2026).
Di balik kisah haru tersebut, Nanda tetap menjalankan peran vital sebagai Plant Operator. Ia bertanggung jawab memastikan seluruh peralatan proses di Zulu Flow Station beroperasi dengan aman, stabil, dan sesuai prosedur keselamatan kerja agar produksi migas tetap optimal.

Cerita serupa datang dari Fanji Rochmat, Senior Supervisor Foxtrot Plant di Regional 2 Zona 5 PHE ONWJ. Lebaran tahun ini menjadi yang kesembilan kalinya ia jalani di lokasi offshore.
Sebagai Senior Supervisor, Fanji memegang peran strategis dalam memastikan aliran produksi dari anjungan sumur dapat diproses dengan baik hingga ke gathering station. Ia juga memastikan pasokan gas lift tetap optimal serta mengoordinasikan perawatan fasilitas produksi.
“Perasaannya campur aduk. Ada sedih karena tidak bisa berlebaran dengan keluarga besar, tapi juga bangga karena bisa ikut menjaga ketahanan energi nasional,” ujar ayah dua anak tersebut.

Di tengah keterbatasan, suasana kekeluargaan di lokasi kerja menjadi pengganti hangatnya rumah. Hal ini dirasakan Rully Bagja Anugrah, Production Operator di Offshore Southeast Sumatera North Business Unit (OSES NBU).
Bagi Rully, momen Lebaran di anjungan tetap terasa istimewa. Ia bersama rekan kerja melaksanakan shalat Id, saling bermaafan, dan menikmati sarapan bersama—tradisi sederhana yang menghadirkan kehangatan di tengah lautan.
“Bekerja saat Lebaran tentu terasa berbeda dibanding hari biasa, terutama dari segi suasana dan emosional,” tuturnya.
Sebagai operator produksi, Rully bertanggung jawab menjaga kestabilan proses pemisahan fluida migas agar tetap berada pada kondisi aman dan optimal.
Dedikasi Nanda, Fanji, dan Rully menjadi potret nyata para pekerja energi yang bekerja tanpa henti di balik layar. Saat masyarakat merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan, mereka tetap berdiri di garis depan, memastikan energi terus mengalir ke seluruh pelosok negeri.
Bagi para Perwira Pertamina, menjaga produksi migas bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk Indonesia bahkan di hari yang paling dirindukan untuk pulang. (srv)








