Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan peserta dalam setiap perlombaan seperti lomba azan dan iqamah, hafalan surat pendek Al-Qur’an, kultum, cerdas cermat, hingga hafalan doa harian.
Irene Dwi Wahyu, pendamping dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan, menyatakan kegiatan ini begitu berarti bagi penyandang disabilitas mental sebagai salah satu model terapi.
“Tentunya kegiatan ini sangat bermakna karena di balik kegiatan ini juga merupakan terapi bagi pasien disabilitas mental. Dengan perlombaan seperti ini bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien, meningkatkan motivasi dan komunikasi maupun sosialisasi bagi pasien. Mereka juga lebih teredukasi tentang Ramadan dan berpuasa,” ujarnya antusias.
Irene juga mengatakan peserta sangat antusias untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Meski sebagian besar di antara mereka berpuasa karena kesembuhan mereka telah mencapai 80 persen, namun antusias mereka tampak tidak padam hingga kegiatan berakhir.
“Alhamdulillah pasien dampingan saya semuanya hampir berpuasa, karena memang gejala kekambuhannya sudah minim. Tapi mereka sangat antusias. Pagi-pagi sudah siap-siap dan mereka tampak sangat senang,” tambahnya.
Sementara itu, Tubagus Iim Nurrohim, Kepala Bagian Program Pembinaan Dhuafa LPM, menyatakan kegiatan ini menjadi momentum yang baik dengan mengajak sahabat disabilitas mental untuk bersama-sama menyemarakkan Ramadan lewat kegiatan positif.
“Dalam kegiatan ini, kami mengajak sahabat disabilitas mental untuk saling unjuk bakat dalam momentum Ramadan. Kemudian lewat kegiatan ini juga kami ingin menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa disabilitas mental itu mampu melakukan kegiatan yang dilakukan orang pada umumnya,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah bagi para pemenang.
Iim berharap lewat kegiatan ini dapat semakin mensyiarkan kepada masyarakat luas untuk menepis stigma negatif tentang disabilitas mental serta meningkatkan kepercayaan diri mereka, sehingga mereka dapat lebih diterima dalam kehidupan bermasyarakat.
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropi), dan wirausaha sosial. Selama lebih dari tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.
Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, serta memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah, dan ketentuan lainnya. (adv)









