Dalam kesempatan itu, Wamen ESDM memberikan apresiasi terhadap kesiapan Pertamina dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi. FT Padalarang dinilai memiliki peran vital sebagai tulang punggung distribusi BBM dan LPG untuk wilayah Bandung Raya dan sekitarnya yang diprediksi mengalami peningkatan konsumsi signifikan.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan Pertamina terus diperkuat untuk menjamin kelancaran pasokan energi, khususnya pada momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Untuk memastikan kelancaran penyaluran distribusi dan ketersediaan pasokan energi, Pertamina telah mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri sejak 9 Maret 2026. Tim ini bekerja dengan melakukan pemantauan distribusi energi secara berkala serta berkoordinasi dengan posko nasional Kementerian ESDM,” ujar Taufik dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Secara nasional, Pertamina telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung dalam jumlah besar guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode tersebut.
“Infrastruktur tersebut meliputi 2.420 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi 24 jam, serta 6.300 agen LPG siaga yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, terdapat pula 200 unit mobil tangki yang disiagakan sebagai kantong cadangan suplai BBM, serta layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga di 64 titik,” jelas Taufik.
Untuk wilayah Jawa Bagian Barat yang mencakup Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, Pertamina juga memperkuat layanan energi di berbagai jalur strategis, mulai dari tol hingga kawasan wisata dan lintas utama.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pengoperasian 427 SPBU siaga 24 jam, 2.180 agen LPG, serta 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tak hanya itu, Pertamina juga mengantisipasi potensi hambatan distribusi akibat kemacetan dengan menyiapkan berbagai layanan tambahan di Jawa Barat, seperti 52 unit Pertamina Delivery Service (PDS) roda dua, 563 agen Bright Gas, dan 62 mobil tangki cadangan. Untuk kenyamanan pemudik, tersedia pula 11 titik Serambi MyPertamina di lokasi strategis.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa kunjungan Wamen ESDM menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan sistem distribusi energi secara menyeluruh.
“Pertamina memanfaatkan teknologi digital untuk memantau distribusi secara real-time. Monitoring dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada kekosongan stok di jalur-jalur padat,” kata Baron.
Sejalan dengan arahan pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan energi secara bijak selama perjalanan mudik dan masa libur Idulfitri.
“Kami terus berupaya agar energi selalu hadir mendampingi masyarakat menyambut kemenangan di hari raya Idulfitri. Selamat menjalankan mudik dan libur Idulfitri 2026 dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
Sebagai perusahaan energi yang terus bertransformasi, Pertamina juga menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Berbagai program berkelanjutan terus didorong untuk memberikan dampak nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya. (her)











