INDOPOSCO.ID – Militer Israel mengklaim telah menyiapkan rencana operasional terperinci untuk menghadapi potensi perang melawan Iran dalam tiga minggu ke depan, beserta strategi jangka panjang yang lebih luas.
Pihak militer menegaskan bahwa tujuannya terbatas pada melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam Israel dengan menyerang infrastruktur rudal balistik, fasilitas nuklir, dan aparatur keamanan Iran.
“Kami ingin memastikan bahwa rezim ini selemah mungkin, dan bahwa kami melemahkan semua kemampuan mereka, semua bagian, dan semua sayap dari lembaga keamanan mereka,” kata Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani dilansir dari Al Jazeera, Senin (16/3/2026).
Militer Israel menyatakan masih memiliki ribuan sasaran strategis yang akan dihancurkan di dalam wilayah Iran. Sebaliknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa hampir tidak ada lagi target tersisa yang bisa disasar di negara tersebut.
Klaim itu disampaikan ketika wilayah Tel Aviv dan sekitarnya mengalami kerusakan signifikan akibat gelombang serangan rudal dari Iran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Tel Aviv digambarkan seperti “kota hantu” karena banyak warga yang memilih berlindung di bunker dan ruang bawah tanah, sementara sirene peringatan udara terus berbunyi di seluruh penjuru kota.
Serangan itu merupakan bagian dari eskalasi konflik besar antara Iran dan Israel yang memuncak sejak akhir Februari 2026. Beberapa pihak mengklaim bahwa tingkat kehancuran sebenarnya lebih parah daripada yang dilaporkan secara resmi. (dan)










