INDOPOSCO.ID – Sivitas akademika Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Tim Labmino dari Universitas Indonesia berhasil terpilih sebagai salah satu dari 10 Global Ambassador dalam ajang inovasi teknologi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) di Italia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang mempertemukan talenta muda dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi teknologi bagi persoalan nyata di masyarakat.
Tim mahasiswa Labmino UI mengusung inovasi bernama RunSight, yaitu kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman. Perangkat wearable tersebut memanfaatkan sensor dan pemrosesan AI untuk membaca kondisi lingkungan secara real time, memberikan panduan arah, serta memperingatkan pengguna terhadap rintangan di jalur lari.
Selain mengutamakan akurasi sistem, desain RunSight juga mempertimbangkan kenyamanan pengguna serta efisiensi energi agar perangkat dapat digunakan dalam aktivitas olahraga tanpa mengganggu mobilitas.
Tim Labmino menjadi delegasi pertama dari Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran Global Ambassador SFT. Pencapaian ini juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari dua negara di kawasan Southeast Asia and Oceania (SEAO) yang meraih predikat tersebut pada edisi 2025/2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan tim Labmino menunjukkan bahwa dukungan kampus terhadap eksperimen dan kolaborasi lintas disiplin mampu melahirkan inovasi yang memberi dampak sosial.
“Kami bangga inovasi generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Pemerintah akan terus mendorong kemitraan kampus dan industri serta hilirisasi inovasi agar solusi seperti RunSight dapat dimanfaatkan lebih luas,” ujar Khairul dalam keterangan, Sabtu (14/3/2026).
Perjalanan tim Labmino menuju panggung global dimulai dari seleksi nasional Samsung Solve for Tomorrow pada 2025. Mereka kemudian melaju ke semifinal dan final nasional sebelum lolos ke seleksi regional Asia Tenggara dan Oseania hingga tahap global.
Di Milan, rangkaian kegiatan SFT tidak hanya mencakup seremoni penunjukan ambassador, tetapi juga pameran solusi inovatif dan forum jejaring internasional yang mempertemukan talenta muda dengan investor serta mitra industri. Partisipasi ini membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan proyek percontohan, hingga akses ke jaringan industri global.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Benny Bandanadjadja, menilai inovasi RunSight tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kepedulian terhadap isu inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
Ia berharap capaian tersebut dapat menginspirasi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap keberhasilan tim Labmino dapat memicu lebih banyak inovasi serupa dari kampus-kampus di Indonesia, sehingga mahasiswa terdorong menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial,” ujar Benny. (nas)









