INDOPOSCO.ID – Kerinduan berkumpul bersama keluarga masih menjadi alasan utama masyarakat Indonesia untuk pulang kampung saat Lebaran. Meski kondisi ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian rumah tangga, minat mudik pada tahun 2026 tetap tinggi.
Hal itu terungkap dalam “Survei Pola Rencana Mudik 2026” yang dirilis Lembaga Survei KedaiKOPI secara daring pada Kamis (12/3/2026). Survei dilakukan terhadap 1.053 Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17–55 tahun melalui kuesioner internet pada periode 26 Februari hingga 7 Maret 2026.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan survei ini bertujuan memotret bagaimana masyarakat memandang tradisi mudik serta bagaimana mereka merencanakannya.
“Tujuan kami melakukan survei ini semata-mata sebagai sebuah bakti kepada negara dengan menyampaikan hasil-hasil survei tentang bagaimana mudik di mata masyarakat juga bagaimana mudik ini dilaksanakan,” kata Hensa, sapaan akrabnya, saat membuka launching survei.
Pada kesempatan yang sama, Head of Researcher KedaiKOPI Ashma Nur Afifah menjelaskan hasil survei menunjukkan 85,1 persen responden atau sekitar 895 orang berencana melakukan mudik tahun ini. Dari jumlah tersebut, 73,2 persen merupakan pemudik rutin yang hampir setiap tahun pulang kampung.
“Kenapa sih responden itu melakukan mudik? Ternyata memang alasannya adalah kembali ke kampung halaman, di mana berkumpul dengan orang tua, keluarga, itu menjadi alasan yang cukup konsisten bagi hampir semua responden,” kata Ashma.
Namun, tidak semua masyarakat memilih pulang kampung tahun ini. Sekitar 15 persen responden memutuskan tidak mudik, dengan alasan utama kondisi ekonomi rumah tangga.
“Untuk alasan kenapa orang tidak melakukan mudik sebesar 15 persen kurang itu didorong utamanya adalah karena ketidakstabilan ekonomi rumah tangga yang di mana mereka tidak mampu secara ekonomi untuk melakukan mudik, yang kedua adalah memang tidak mempunyai kampung halaman atau sudah tinggal dan besar di daerah domisili yang sekarang,” ujar Ashma.
Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa 79,6 persen responden menyiapkan dana khusus mudik dengan rata-rata anggaran sekitar Rp3,4 juta.
“Jadi mudik ini bukan sesuatu yang impulsif, tapi memang sudah direncanakan sehingga dibutuhkan anggaran khusus,” tambahnya.
Tradisi mudik yang tetap kuat ini menunjukkan bahwa pulang kampung bukan sekadar perjalanan tahunan, tetapi bagian dari ikatan sosial dan budaya yang terus dijaga masyarakat Indonesia. (her)





















