INDOPOSCO.ID – Pemerintah Thailand meminta klarifikasi dari Iran setelah sebuah kapal berbendera Thailand diserang di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya tiga awak kapal dilaporkan hilang.
Kementerian Luar Negeri Thailand pada Kamis (12/3/2026) memanggil Duta Besar Iran untuk Bangkok, Nassereddin Heidari, guna meminta penjelasan terkait serangan terhadap kapal Mayuree Naree yang membawa 23 pelaut asal Thailand, sebagiamana dilansir Thai Enquirer.
Kapal tersebut diserang saat berlayar dari Abu Dhabi di Uni Emirat Arab menuju India. Serangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta serangan balasan Teheran terhadap aset-aset militer AS di kawasan.
Pasca-insiden, angkatan laut Oman berhasil menyelamatkan 20 awak kapal. Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan untuk menemukan tiga pelaut yang hilang yang diduga berada di ruang mesin saat serangan terjadi.
Pemerintah Thailand menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya krisis di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Menurut Kementerian Luar Negeri Thailand, situasi tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan warga sipil di berbagai negara, termasuk warga negara Thailand yang bekerja di sektor pelayaran internasional.
Bangkok juga menyoroti bahwa konflik tersebut berpotensi mengganggu kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional setelah kapal Thailand tersebut menjadi sasaran serangan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika serangan udara yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran memicu serangkaian serangan balasan dari Teheran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, puluhan siswi, warga sipil, serta sejumlah pejabat tinggi.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Di tengah ketegangan tersebut, Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz sejak awal Maret. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan setiap kapal yang ingin melintasi jalur pelayaran strategis itu harus memperoleh izin dari Teheran.
Sementara itu, pemerintah Thailand terus mengevakuasi warganya dari kawasan konflik. Sebanyak 34 warga Thailand yang sebelumnya berada di Iran telah tiba di Thailand pada Kamis setelah dievakuasi melalui Turki.
Data yang dihimpun Anadolu Ajansi, menunjukkan sedikitnya 19 warga dari berbagai negara Asia telah tewas atau hilang sejak konflik pecah pada 28 Februari. Korban tersebut berasal dari Bangladesh, Pakistan, Thailand, India, China, Nepal, Filipina, serta tiga warga negara Indonesia yang hingga kini masih dilaporkan hilang. (dil)








