INDOPOSCO.ID – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing-8 (D-8) yang semula dijadwalkan berlangsung pada 15 April di Jakarta resmi ditunda akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Keputusan tersebut diambil setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani surat penundaan KTT D-8 pada Kamis (12/3/2026) malam.
“Akhirnya pada tadi malam, Bapak Menteri Luar Negeri menandatangani surat dari Pak Menlu kepada mitra-mitranya yang berisikan penundaan pelaksanaan KTT D-8 dan juga seluruh rangkaian kegiatannya,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Tri Tharyat di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Koordinasi telah dilakukan dengan Sekjen D-8, para komisioner, serta seluruh duta besar di negara anggota D-8 yang berkomunikasi aktif dengan mitra di wilayah tugas mereka.
Adapun anggota negara-negara D-8 yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan.
“Saya berkomunikasi dengan mitra-mitra mereka di negara akreditasi masing-masing,” ujar Tri Tharyat.
Menurutnya, negara-negara anggota D-8 telah memberikan pemahaman penuh terhadap keputusan penundaan ini, mengingat langkah tersebut dinilai sebagai solusi paling tepat bagi semua pihak.
“Jadi, info ini sudah diterima oleh semua negara anggota dan mereka memahami karena ini memang jalan yang terbaik yang harus kita putuskan,” jelas Tri Tharyat.
Sementara itu, penetapan tanggal pengganti akan dibahas secara lebih mendalam pada waktu yang lebih tepat di masa mendatang.
“Mengenai penetapan tanggal selanjutnya tentunya kita akan bicarakan secara lebih detail pada saatnya,” imbuhnya. (dan)









