INDOPOSCO.ID – Menyusul pengumuman hengkangnya Heeseung dari grup ENHYPEN, diskusi hangat di kalangan penggemar terus membanjiri media sosial. Di tengah berbagai upaya para penggemar untuk membawanya kembali, sebuah saran spesifik justru memicu kecaman keras dari netizen secara daring.
Baru-baru ini, sebuah unggahan yang beredar di platform X menunjukkan sejumlah penggemar mengajak orang lain untuk menghubungi Layanan Pensiun Nasional (NPS) Korea Selatan terkait situasi tersebut. Unggahan tersebut mengeklaim bahwa NPS merupakan salah satu investor terbesar di HYBE, sehingga penggemar merasa perlu mengajukan keluhan massal kepada lembaga tersebut untuk menekan perusahaan.
Saran ini dengan cepat menyebar dan mendapat dukungan dari sebagian penggemar yang berencana melakukan panggilan massal pada pukul 09.00 KST. Mereka berargumen bahwa dengan mengancam stabilitas saham HYBE, investor akan bertindak.
“Jika Anda memiliki waktu, silakan hubungi nomor mereka dan jelaskan bahwa saham HYBE berisiko turun dan pada akhirnya akan mengakibatkan kerugian investasi bagi mereka,” tulis salah satu akun penggemar seperti dikutip dari koreaboo.com.
Namun, aksi ini segera memicu serangan balik dari netizen lain yang menganggap tindakan tersebut sangat berlebihan dan tidak masuk akal. Banyak pihak mengingatkan bahwa hotline NPS merupakan layanan publik yang sangat krusial bagi warga negara, terutama bagi lansia yang membutuhkan bantuan terkait dana pensiun mereka.
Kritik pedas pun berdatangan dari berbagai fandom lain yang menilai tindakan oknum ENGENE (sebutan penggemar ENHYPEN) tersebut menunjukkan kurangnya riset mengenai mekanisme investasi dan hanya mengganggu fasilitas publik yang tidak ada hubungannya dengan keputusan pribadi artis. Perdebatan ini menjadi sorotan tajam mengenai bagaimana perilaku fanatisme yang berlebihan dapat berdampak negatif pada persepsi publik terhadap sebuah fandom. (mg151)





















