INDOPOSCO.ID – Anggota DPRD Provinsi Jakarta August Hamonangan mengungkapkan tren positif di tengah masyarakat terkait penanganan sampah. Menurutnya, besarnya volume sampah di Jakarta justru dibarengi dengan tingginya keinginan warga terlibat langsung dalam upaya penanggulangan.
Saat menemui masyarakat di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, August menemukan fakta bahwa warga sebenarnya siap melakukan pemilahan sampah secara mandiri jika didukung dengan prasarana yang lengkap dari pemerintah daerah.
“Warga kita ini sebenarnya semangat untuk membantu Pemprov Jakarta mengatasi permasalahan sampah,” kata August dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Namun, ia menyayangkan ketiadaan prasarana pendukung saat ini, seperti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau bank sampah yang belum memiliki wadah terpisah, sehingga menyulitkan warga mempraktikkan pemilahan sampah.
“Hanya saja, memang sampai dengan saat ini prasarana-prasarana yang dibutuhkan masih belum ada. Contohnya, bagaimana warga dapat melakukan pemilahan sampah kalau TPS atau bank sampahnya belum dilengkapi oleh tempat-tempat sampah yang terpisah,” ucap August.
Ia menduga Pemprov Jakarta masih belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta menyerap aspirasi-aspirasinya untuk diberdayakan dalam penanganan sampah di pemukiman penduduk.
“Ke depannya, Pemprov Jakarta harus bergerak secara lebih proaktif lagi. Masyarakat perlu dijangkau dan kalau ada yang punya keinginan untuk memilah sampah, maka harus segera difasilitasi,” ujar politikus PSI itu.
Menurutnya, langkah tersebut akan sangat membantu Pemprov Jakarta, terutama petugas-petugas di lapangan yang mengangkut sampah-sampah dari masyarakat ke tempat-tempat pembuangan akhir.
“Jika ini dilaksanakan secara konsisten, maka bukan warga Jakarta saja yang terbantu karena lingkungannya menjadi semakin bersih, tetapi pekerjaan para petugas di lapangan juga akan menjadi semakin mudah,” imbuh August.
Masalah penanganan sampah di Jakarta sempat disorot pasca-longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi pada Minggu (8/3/2026). Peristiwa itu menelan korban jiwa dan menuntut Pemerintah Provinsi Jakarta segera membenahi sistem pengelolaan sampah. (dan)





















