INDOPOSCO.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat hingga awal Maret 2026 sebanyak 8.882 masyarakat di Provinsi Bengkulu telah memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kepala Kantor Wilayah DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana mengatakan total penyaluran KUR di wilayah tersebut mencapai Rp715,57 miliar.
“Pemanfaatan program KUR di Bengkulu telah tersalur kepada 8.882 debitur dengan total penyaluran mencapai Rp715,57 miliar,” ujar Irfan di Bengkulu, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, tingginya pemanfaatan KUR diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bengkulu Utara dan Mukomuko Terbanyak
Dari sisi jumlah debitur, penyaluran KUR terbesar berasal dari Kabupaten Bengkulu Utara dengan 1.477 debitur dan nilai pembiayaan sekitar Rp130 miliar.
Disusul Kabupaten Mukomuko dengan 1.263 debitur dan penyaluran mencapai Rp129,71 miliar.
Sementara itu di Kota Bengkulu, tercatat 1.220 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp111,82 miliar.
Penyaluran KUR di daerah lainnya meliputi Kabupaten Seluma: 1.141 debitur (Rp84,76 miliar), Kabupaten Bengkulu Selatan 899 debitur (Rp69,83 miliar), Kabupaten Rejang Lebong 804 debitur (Rp48,53 miliar), Kabupaten Bengkulu Tengah 594 debitur (Rp44,80 miliar), Kabupaten Kaur 578 debitur (Rp40,37 miliar), Kabupaten Kepahiang 523 debitur (Rp34,44 miliar), dan Kabupaten Lebong 383 debitur (Rp21,26 miliar)
Target Penyaluran Rp3,83 Triliun
Meski penyaluran KUR pada awal tahun cukup tinggi, Irfan mengimbau pemerintah daerah di Bengkulu untuk melakukan pemetaan jumlah pelaku UMKM di setiap wilayah.
Langkah tersebut dinilai penting agar perbankan dapat menyalurkan bantuan modal melalui program KUR secara lebih maksimal dan tepat sasaran.
Untuk tahun 2026, alokasi KUR di Provinsi Bengkulu ditetapkan sebesar Rp3,83 triliun dengan target menjangkau 28.981 debitur.
Dari jumlah tersebut, sekitar 27.015 debitur ditargetkan melalui skema konvensional, dengan komposisi 14.667 debitur baru dan 12.348 debitur lama yang naik kelas (graduasi).
Sementara itu, pada skema syariah ditargetkan 1.966 debitur, dengan fokus pada 1.625 debitur baru serta 341 debitur graduasi.
Program KUR diharapkan terus menjadi instrumen penting pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (dam)




















