INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah akan berdampak luas bagi banyak negara, termasuk Indonesia, sehingga tantangan ekonomi maupun stabilitas sulit untuk dihindari.
“Akibat perang Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan. Tapi, sekali lagi kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan yang besar,” kata Prabowo secara daring saat meresmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco Aceh, Senin (9/3/2026).
Kekuatan Indonesia terletak pada melimpahnya sumber daya alam. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan lebih baik dan benar-benar berpihak kepada rakyat.
Ia menekankan pentingnya sikap jujur dalam menghadapi hambatan, alih-alih bersikap seolah semuanya baik-baik saja.
“Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin menghadapi kesulitan. Kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” ujar Prabowo.
Pemerintah Indonesia ditegaskannya berkomitmen untuk tidak mencari aman di balik aturan dan sistem yang ada sebagai bentuk pembuktian integritas.
“Kita buktikan kita tidak berlindung di belakang peraturan. Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan,” ucap Prabowo.
Perang meletus pada 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan ke Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membalas dengan meluncurkan gelombang rudal balistik ke target-target strategis di Israel dan Uni Emirat Arab (UEA), serta menyasar aset militer AS di kawasan tersebut. (dan)




















