INDOPOSCO.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Ruang Pameran Museum Sejarah Al-Qur’an di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang merupakan bagian dari dukungan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat infrastruktur kebudayaan.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa sebagai negara yang kaya akan keberagaman ekspresi budaya (megadiversity), Indonesia memiliki potensi untuk menghidupkan narasi kebudayaan melalui berbagai aktivasi di ruang publik.
“Sebagai negara dengan ragam ekspresi budaya peninggalan warisan budaya yang kita sebut megadiversity, kita berharap ada narasi literasi yang hidup di tengah-tengah masyarakat melalui museum dan juga berbagai sanggar-sanggar yang menghidupkan aktivasi ruang publik dan juga banyak hal yang lainnya,” kata Fadli dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Fadli menyarankan tata pamer Museum Sejarah Al-Qur’an yang modern dan tematik untuk menarik generasi muda yang menuntut pengalaman belajar yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi, pencahayaan yang tepat, serta narasi yang jelas.
Menurutnya, tata pamer merupakan aspek yang penting agar generasi muda dapat merasakan pengalaman belajar yang menarik, mendalam, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Fadli juga mengajak sejumlah pihak untuk bergotong-royong menghidupkan satu ruang publik yang mengangkat tentang manuskrip jejak agama Islam di Indonesia.
“Kita harapkan suatu saat kita memiliki museum manuskrip yang kuat, hasil dari kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, swasta, filantropis, dan juga komunitas,” ucapnya.
Dia menegaskan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana kebudayaan di berbagai daerah sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang inklusif bagi masyarakat serta memperluas akses masyarakat terhadap pemanfaatan warisan budaya.
Sementara itu, Ketua Pembina Museum Sejarah Al-Qur’an, Sabrina, menyampaikan bahwa Museum Sejarah Al-Qur’an merupakan salah satu upaya untuk melestarikan peradaban Islam di Sumatra Utara.
“Saya juga menyatakan bahwa kehadiran peradaban Islam, khususnya Al-Qur’an ini, secara budaya dan secara agama wajib kita lestarikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Museum Sejarah Al-Qur’an memiliki peran penting dalam mendokumentasikan dan melestarikan khazanah naskah Al-Qur’an serta tradisi penulisan mushaf yang berkembang dalam sejarah peradaban Islam di Nusantara.
Selain sebagai tempat pameran, museum yang berlokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini juga menjadi lokasi riset akademis dan aktivis seni budaya yang melibatkan masyarakat luas.
Peresmian ruang pamer baru ini juga mendorong museum-museum lain, baik yang dikelola pemerintah, filantropis, maupun komunitas, untuk menghidupkan dan melestarikan warisan budaya Indonesia. (ney)





















