INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) tetap berjalan optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 guna menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, Subholding Upstream Pertamina itu memastikan kegiatan produksi hingga distribusi migas tetap berlangsung aman dan andal sepanjang periode siaga.
Sebagai kontributor utama produksi migas nasional, PHE saat ini mengelola lebih dari 80 persen aktivitas hulu migas di Indonesia. Selain menjaga tingkat produksi, perusahaan juga memastikan distribusi energi tetap lancar melalui berbagai moda transportasi, mulai dari kapal kargo hingga jaringan pipa.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen mengatakan berbagai langkah kesiapan telah dilakukan untuk memastikan operasional hulu migas tetap berjalan optimal selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Kami memastikan kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan secara optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri. Berbagai langkah kesiapan telah dilakukan agar produksi dan distribusi energi nasional tetap terjaga,” ujarnya, dalam konferensi pers Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Group di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Secara operasional, PHE saat ini tengah menjalankan berbagai aktivitas pengembangan lapangan migas. Tercatat sebanyak 113 sumur pengembangan sedang dibor dengan dukungan 73 unit drilling rig.
Selain itu, terdapat 5.310 pekerjaan workover dan well services yang dilakukan menggunakan 157 unit rig WOWS guna menjaga kinerja produksi lapangan migas tetap optimal.
Di sektor eksplorasi, PHE juga terus mendorong penemuan sumber daya migas baru di sejumlah wilayah prospektif. Beberapa di antaranya meliputi sumur Kampung Minyak Baru dan Almira di Sumatera Selatan, sumur LFE di Jawa Barat, serta sumur Darajingga di Jawa Timur.
Untuk memastikan operasi berjalan aman selama periode siaga RAFI, PHE melakukan sejumlah penguatan operasional. Langkah tersebut meliputi peningkatan kesiapan Emergency Response Organization (ERO) beserta peralatan tanggap darurat di unit operasi.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan personel siaga non-emergency untuk memastikan koordinasi operasional tetap berjalan lancar, serta menerapkan program Fit to Work (FTW) melalui pemeriksaan kesehatan pekerja sebelum bertugas.
PHE juga menerapkan fatigue management guna mengelola tingkat kelelahan pekerja serta memperkuat pengelolaan logistik operasi, termasuk penyediaan material pemboran dan kebutuhan operasional lainnya.
“Kami optimis kontribusi dari Subholding Upstream Pertamina pada pasokan energi nasional selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terjaga dengan baik,” kata Hermansyah.
Ke depan, PHE juga terus mendorong investasi di sektor hulu migas dengan tetap mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016. (rmn)




















