INDOPOSCO.ID – Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak lagi mengenal batas dalam melakukan kejahatan. Pernyataan keras itu merujuk pada rangkaian serangan yang dilancarkan kedua negara tersebut sejak 28 Februari 2026.
Dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York baru-baru ini, Iravani mengungkapkan serangan kedua negara tersebut menyasar kawasan padat penduduk serta berbagai infrastruktur vital, mulai sekolah hingga fasilitas medis dan olahraga.
“Tindakan ini merupakan kejahatan perang yang jelas dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Iravani seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (7/3/2026).
Oleh karena itu, muncul seruan bagi Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak demi mengantisipasi kehancuran yang lebih besar. “Kegagalan bertindak akan berakibat fatal,” tegas Iravan.
“Hari ini, Iran yang terkena dampaknya. Besok bisa saja negara anggota PBB mana pun,” tambahnya.
Di samping itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memverifikasi laporan mengenai kerusakan sejumlah infrastruktur kesehatan di Iran. Menurut data awal, serangan tersebut merenggut nyawa empat tenaga kesehatan, di tengah ketegangan geopolitik melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
“WHO telah memverifikasi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran dan satu di Lebanon,” jelas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus terpisah dalam konferensi pers seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).
Menurut keterangan pejabat WHO, dampak serangan tersebut mencakup korban jiwa, 25 orang luka-luka, hingga kerusakan ringan pada ambulans dan gedung rumah sakit akibat ledakan di sekitar lokasi.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan udara itu menargetkan setidaknya lima kota utama, termasuk ibu kota Teheran dan Isfahan. Akibat gempuran tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia. (dan)




















