INDOPOSCO.ID – Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, meresmikan kantor dan gudang baru Exotique Foods Inc. di Mississauga, Ontario, pada 3 Maret 2026 sebagai bagian dari penguatan jejaring distribusi produk UKM Indonesia di Kanada. Peresmian tersebut mencerminkan kolaborasi yang semakin erat antara KBRI Ottawa, diaspora Indonesia, serta pelaku usaha Kanada dalam memperluas akses pasar bagi produk nasional.
Dalam sambutannya, Dubes Muhsin menegaskan bahwa diplomasi ekonomi harus mampu menghasilkan capaian konkret bagi pelaku usaha Indonesia. Menurutnya, keberhasilan penetrasi pasar tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada konsistensi membangun jejaring distribusi, menjaga mutu produk, serta memastikan keberlanjutan pasokan.
Perkembangan distribusi produk Indonesia dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren yang signifikan. Jika pada 2024 produk Indonesia yang didistribusikan melalui Exotique Foods telah menjangkau lebih dari 60 toko di Ontario, maka pada 2026 jumlah tersebut berkembang menjadi lebih dari 380 toko di berbagai wilayah Kanada, atau meningkat ±600%. Pertumbuhan luar biasa tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas dan konsistensi produk Indonesia.
Founder & CEO Exotique Foods, David Gunawan, menyampaikan bahwa ekspansi tersebut tidak terlepas dari penguatan kemitraan dengan produsen di Indonesia dan dukungan fasilitasi dari KBRI Ottawa dalam membuka akses jejaring ritel. “Pada tahap awal kami hadir di sekitar 60 toko. Melalui penguatan rantai pasok, penyesuaian produk terhadap standar Kanada, dan dukungan fasilitasi serta jejaring yang dibangun bersama KBRI Ottawa, kini distribusi kami telah menjangkau lebih dari 380 toko di Kanada. Kolaborasi ini memberikan kepercayaan bagi ritel besar untuk membuka akses bagi produk UKM Indonesia,” ujarnya.
Exotique Foods, yang didirikan pada 2023 oleh diaspora Indonesia, bermitra dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk memasarkan produk bernilai tambah seperti camilan berbahan dasar tempe, olahan buah tropis, keripik sehat, serta permen jahe. Ke depan, portofolio produk akan diperluas dengan tempe siap saji, ubi Cilembu, gula aren, serta berbagai produk turunan kelapa.
Produk-produk tersebut telah memasuki jaringan ritel Kanada, termasuk Bulk Barn dan Longo’s. Untuk dapat menembus jaringan ritel arus utama tersebut, produsen Indonesia perlu memenuhi berbagai ketentuan pasar Kanada, antara lain standar keamanan pangan, pelabelan bilingual, komposisi bahan, serta konsistensi mutu dan pasokan. Kesiapan UKM dalam memenuhi ketentuan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor.
Sejalan dengan ekspansi distribusi tersebut, kinerja ekspor nasional juga menunjukkan tren positif. Dalam periode 2023–2025, nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia (HS 16–22) ke Kanada meningkat dari USD 56,4 juta pada 2023 menjadi USD 116,7 juta pada 2025, atau tumbuh sebesar 106,8 persen.
Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan penguatan daya saing produk Indonesia di pasar Kanada. “Nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada yang meningkat 106,8 persen dalam tiga tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya posisi produk nasional di pasar ini. Momentum ini semakin strategis menjelang implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditargetkan berlaku pada akhir 2026, yang diharapkan dapat semakin memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di Kanada,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Ottawa dan Kementerian Perdagangan RI akan terus memperkuat promosi produk makanan dan minuman olahan Indonesia di Kanada. Salah satu langkah konkret adalah partisipasi Indonesia pada pameran internasional SIAL Canada yang akan diselenggarakan di Montréal pada 29 April hingga 1 Mei 2026 sebagai bagian dari strategi promosi terpadu dalam mendorong “Produk Lokal Go Global”.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Mississauga, Dubes Muhsin juga mengunjungi perusahaan milik diaspora Indonesia lainnya, yaitu Petra International. Petra International didirikan oleh Bapak Ham Go pada tahun 1997 dan bergerak dalam penyediaan dekorasi kue gumpaste flowers yang diimpor langsung dari Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Mississauga tersebut dikenal sebagai penyedia koleksi gumpaste flowers terbesar di dunia dan menjadi satu-satunya spesialis produk tersebut di kawasan Toronto.
Perkembangan Exotique Foods yang berhasil memperluas distribusi produk UKM Indonesia di Kanada dari lebih dari 60 toko pada 2024 menjadi lebih dari 380 toko pada 2026, serta kiprah Petra International yang telah bertahan hampir tiga dekade di pasar Kanada, menunjukkan bahwa peran diaspora Indonesia bersama dukungan pemerintah dan kemitraan dengan pelaku usaha Kanada dapat membuka peluang yang semakin luas bagi penguatan kehadiran dan reputasi produk Indonesia di pasar Kanada. (bro)









