INDOPOSCO.ID – Upaya optimalisasi sumur minyak di Lapangan Banyu Urip kembali membuahkan hasil. Program perawatan sumur atau Well Services pada Sumur Banyu Urip A07 berhasil mendongkrak produksi minyak secara signifikan hingga mencapai 12.300 barel minyak per hari (Barrel Oil Per Day/BOPD), jauh melampaui target awal yang ditetapkan.
Keberhasilan tersebut dicapai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melalui program Water Shut-Off (WSO), yakni teknologi yang bertujuan mengurangi aliran air yang tidak diinginkan di dalam sumur sehingga produksi minyak dapat dimaksimalkan. Hasilnya, produksi Sumur Banyu Urip A07 meningkat dari sebelumnya 4.800 BOPD menjadi 12.300 BOPD, atau bertambah sekitar 7.500 BOPD.
Tambahan produksi ini memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional. Sumur tersebut merupakan bagian dari Lapangan Banyu Urip yang selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia.
Program WSO dilakukan dengan pendekatan teknologi yang mencakup pemasangan bridge plug, re-perforation, serta stimulasi acidizing. Metode tersebut terbukti efektif untuk mengoptimalkan potensi sumur eksisting tanpa perlu melakukan pengeboran baru, sehingga tambahan produksi dapat diperoleh lebih cepat dengan biaya yang lebih efisien.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, mengapresiasi keberhasilan program tersebut karena mampu memberikan peningkatan produksi dalam waktu relatif singkat.
“Keberhasilan ini menunjukkan intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan. Optimalisasi sumur eksisting terbukti dapat secara langsung mendorong peningkatan lifting minyak nasional,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Selain peningkatan produksi, program ini juga mencatat efisiensi operasional. Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rig atau rigless operation dengan memanfaatkan unit wireline, sehingga proses pelaksanaan menjadi lebih cepat dan ekonomis.
Dari sisi anggaran, realisasi biaya program hanya mencapai sekitar 57 persen dari total anggaran yang telah disetujui. Hal ini menunjukkan pengelolaan kegiatan yang efektif sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya.
Keberhasilan Well Services pada Sumur Banyu Urip A07 menegaskan strategi optimalisasi sumur eksisting dapat menjadi solusi cepat dan cost effective untuk menjaga momentum peningkatan lifting minyak nasional. Praktik ini juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama lainnya dalam menerapkan inovasi teknologi guna meningkatkan produksi migas secara berkelanjutan serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. (rmn)




















