INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H Ganinduto, mendesak pemerintah segera melakukan langkah mitigasi dan diversifikasi sumber impor minyak mentah. Langkah itu dinilai krusial menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Mengingat memanasnya konflik di Timur Tengah, Firnando menjelaskan bahwa stok energi nasional saat ini dalam kondisi terbatas, kapasitas penyimpanannya dilaporkan hanya mampu bertahan paling lama 26 hari
“Garus cepat mengambil langkah mitigasi atau diversifikasi tempat pembelian untuk impor Indonesia,” kata Firnando kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia mendorong Pertamina untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi yang selaras dengan Pemerintah Pusat, sembari menginformasikan bahwa pemerintah tengah membuka opsi impor energi dari negara-negara di luar Timur Tengah.
“Kemarin Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) sudah menyampaikan bahwa kita mencoba untuk membeli dari non Timur Tengah, yang akan masuk ke Indonesia menurut saya, mitigasi-mitigasi seperti itu harus dilakukan oleh Pertamina,” ujar Firnando.
Di sisi lain, momentum memanasnya Timur Tengah itu sebagai momentum untuk mendorong produksi minyak dalam negeri dan mengembangkan energi baru terbarukan.
“Dan juga sepertinya ini saatnya kita mendorong produksi dalam negeri, karena kita produsen juga, dan kita harus mendorong energi baru terbarukan karena depositnya besar,” jelas politikus Golkar itu.
“(Contoh: Panas Bumi, waduk untuk plta, bahkan matahari sepanjang tahun untuk plts). Source dari batu bara juga sangat besar sehingga ini jadi momentum kita bertransisi dari energi fosil ke energi terbarukan,” tambahnya. (dan)




















