INDOPOSCO.ID – Untuk tahun anggaran 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan alokasi signifikan bagi guru non-ASN di tingkat pusat.
Pernyataan tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti kepada indoposco.id, Senin (2/3/2026). Ia menyebut, di 2026 pemerintah menyediakan Rp14,1 triliun untuk berbagai tunjangan guru.
“Ada tunjangan profesi untuk guru non-ASN, kami sediakan Rp11,58 triliun,” kata Suharti.
Kemudian, lanjut dia, untuk tunjangan khusus non-ASN sekitar Rp723,5 miliar, dan untuk insentif guru non-ASN meningkat menjadi Rp1,8 triliun di 2026, yang di tahun sebelumnya hanya Rp12,48 triliun.
Di daerah, beber Suharti, alokasi tunjangan bagi guru ASN juga mengalami kenaikan. “Untuk tunjangan guru ASN 2026 kami alokasikan Rp74,76 triliun,” ungkapnya.
“Anggaran ini meningkat dari 2025 yang sebanyak Rp70,06 triliun. Ini mencakup tunjangan profesi guru, kemudian tunjangan khusus guru, dan juga dana tambahan penghasilan guru,” sambung Suharti.
Ia menuturkan, kesejahteraan guru tentu akan diikuti program peningkatan kompetensi guru. Pada 2025 lalu program beasiswa guru yang belum S1/D4 baru menyasar 12.500 guru.
“Tahun ini anggaran untuk peningkatan kompetensi guru menyasar 150.000 guru,” katanya.
“Pendaftar sampai belum sampai 150 ribu. Jadi masih sangat terbuka bagi guru yang belum S1,” imbuhnya. (nas)




















