INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari, menegaskan komitmen Komisi X dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang, termasuk memastikan atlet berprestasi memperoleh akses pendidikan tinggi yang memadai.
Menurut Karmila, dukungan terhadap atlet tidak boleh hanya berhenti pada pembinaan olahraga semata, tetapi juga harus menjamin keberlanjutan pendidikan mereka, baik saat masih menjalani masa pembinaan maupun setelah meraih prestasi.
“Komisi X memiliki komitmen pengembangan SDM di semua bidang, termasuk terhadap para atlet berprestasi untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi. Hal ini kami sampaikan dalam rapat-rapat bersama Kemenpora. Kami menegaskan agar atlet yang masih berusia muda tetap diberikan akses pendidikan tinggi, baik saat masa pembinaan maupun ketika mereka berprestasi,” ujar Karmila kepada wartawan, dikutip Rabu (25/02/2026).
Sebagai mitra kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Komisi X terus mengingatkan pentingnya perhatian khusus terhadap skema pendidikan bagi atlet. Fungsi pengawasan dilakukan melalui rapat rutin bersama mitra kerja, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pengurus Besar Cabang Olahraga (PB Cabor), guna memastikan program pembinaan berjalan selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.
Politisi Golkar ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan. Program tersebut memberikan dukungan kepada 100 insan keolahragaan setiap tahun, terdiri atas 60 atlet aktif, 20 tenaga kepelatihan, dan 20 unsur manajemen keolahragaan.
Menurutnya, skema beasiswa tidak hanya mencakup biaya pendidikan dan uang saku, tetapi juga diperluas hingga pembiayaan pelatihan dan pertandingan. Komisi X turut mendorong adanya penambahan skema program sarjana khusus bagi atlet sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi.
Ia mengungkapkan bahwa anggaran Kemenpora tahun 2026 sebesar Rp1,1 triliun masih relatif terbatas untuk menopang pembinaan dan pengembangan atlet secara optimal. Karena itu, sinergi lintas kementerian dinilai menjadi solusi konkret agar pembinaan atlet tetap berjalan efektif.
Komisi X DPR RI berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya unggul di arena pertandingan, tetapi juga memiliki bekal pendidikan tinggi yang kuat untuk masa depan mereka. (dil)




















