INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 sebagai instrumen strategis berbasis data untuk memperkuat peran daerah dalam menopang daya saing nasional yang produktif dan inklusif.
Peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran daerah sebagai pengungkit daya saing nasional yang produktif dan inklusif, sejalan dengan arah pembangunan nasional 2026 .
Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo, mengatakan, bahwa penguatan daya saing daerah merupakan fondasi utama dalam membangun daya saing nasional. “Dalam sistem ekonomi yang terdesentralisasi, kinerja nasional sesungguhnya adalah agregasi dari kinerja daerah. Karena itu, penguatan produktivitas dan inovasi di tingkat provinsi serta kabupaten/kota menjadi sangat krusial,” ujar Boediastoeti dalam keterangan, Senin (23/2/2026).
Menurut Boediastoeti, IDSD 2025 hadir sebagai instrumen pengukuran yang komprehensif dan berbasis data untuk memetakan kapasitas daya saing daerah. Indeks ini tidak hanya menilai keunggulan komparatif, tetapi juga mendorong pembentukan keunggulan kompetitif melalui kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia menambahkan bahwa daerah yang berdaya saing adalah daerah yang mampu menciptakan lingkungan kondusif bagi peningkatan produktivitas jangka panjang. Hal tersebut mencakup kualitas sumber daya manusia, iklim usaha, infrastruktur, kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai penggerak transformasi ekonomi.
“IDSD 2025 kami susun sebagai rujukan objektif dan sistematis untuk membantu pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan data yang akurat, arah pembangunan bisa lebih terukur dan efektif,” jelasnya.
Peluncuran IDSD 2025 juga menjadi momentum penting untuk menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan tema RKP 2026, yaitu ‘Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif’. Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3 persen akan sangat bergantung pada kontribusi dan ketahanan ekonomi di tingkat daerah.
Ia menegaskan bahwa melalui IDSD, BRIN ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, kementerian/ lembaga, dan pemerintah daerah. “Penguatan daya saing daerah tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar kebijakan pembangunan benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui peluncuran IDSD 2025, BRIN menegaskan komitmennya untuk menyediakan dasar ilmiah dan data yang kredibel dalam mendukung transformasi ekonomi nasional. “Daya saing nasional yang kuat lahir dari daerah-daerah yang tangguh, inovatif, dan inklusif,” ujarnya. (nas)




















