INDOPOSCO.ID – Di tengah kian meruncingnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh rencana kontinjensi tetap dalam status siaga, termasuk menyiapkan berbagai opsi evakuasi bagi warga negara Indonesia (WNI).
“Semua plan contigency tetap disiap siagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlimdungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Teheran terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Iran. Hingga saat ini, situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif.
Terkait keberadaan WNI di Iran, KBRI Teheran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dg para WNI. “Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” ujar Heni Hamidah.
Status Siaga 1 untuk Iran yang ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih berlaku. KBRI Teheran juga telah beberapa kali sampaikan imbauan pada WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan wilayah Iran secara mandiri sekiranya kondisi keamanan di wilayah mereka tidak kondusif.
“Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran,” imbau Heni.
Per Februari 2026, Amerika Serikat dilaporkan melakukan pengerahan kekuatan militer besar-besaran ke wilayah Timur Tengah sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran.
AS telah mengerahkan dua gugus tempur kapal induk ke kawasan tersebut, yakni USS Abraham Lincoln dan kapal induk tercanggih USS Gerald R. Ford. Pengerahan itu dimaksudkan sebagai bentuk pencegahan (deterrence) serta tekanan terhadap Teheran di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dan penumpasan demonstrasi di Iran. (dan)










