INDOPOSCO.ID – PT United Tractors Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan puncak Hari Gizi Nasional (HGN) 2026. Kegiatan hybrid ini menjadi momentum kolaborasi antara UT, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan masalah gizi, khususnya stunting, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Puncak peringatan HGN 2026 mencakup rangkaian kegiatan seperti Wisuda Balita Intervensi Gizi, penyerahan simbolis alat antropometri Smart Posyandu, seminar edukasi gizi, serta pengumuman pemenang berbagai lomba. Acara onsite digelar di Grand Ballroom UT dan diikuti oleh pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat.
Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo, menyatakan, “Melalui program ini, kami berperan aktif mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan. Bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional, kami ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.”
Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, dr. Herwin Maifendi, menekankan pentingnya pemanfaatan kekayaan pangan lokal, seperti umbi-umbian, sayuran, dan ikan, untuk memenuhi gizi seimbang.
“Melalui kolaborasi bersama UT, kami mendorong upaya pencegahan stunting, wasting, dan anemia yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan simbolis alat antropometri Smart Posyandu kepada tiga posyandu binaan: Posyandu Kartini 3 Cakung Barat, Posyandu Permata Bunda Penggilingan, dan Posyandu Putri Terate Rawa Terate. Salah satu agenda utama adalah Wisuda Balita Intervensi Gizi, di mana dari 53 balita yang mengikuti program pendampingan, 28 dinyatakan lulus dari masalah gizi, 14 mengalami peningkatan status gizi, dan 11 berada dalam kategori sehat.
Seminar edukasi gizi dengan tema “Gizi Optimal untuk Generasi Emas 2045” disampaikan oleh dr. Tan Shot Yen. Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan gangguan gizi kronis yang berdampak pada kecerdasan dan kesehatan jangka panjang. Edukasi juga menyoroti pentingnya ASI eksklusif, MPASI berbasis pangan lokal, asupan protein hewani, lingkungan bebas asap rokok, serta pendekatan komunikasi empatik kepada orang tua.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba cerdas cermat dokter kecil, lomba video edukasi Aksi Bergizi tingkat SMA/SMK, dan lomba kreasi makanan keluarga.
Melalui HGN 2026, UT menegaskan bahwa masalah gizi merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan dapat mencegah stunting, membangun generasi sehat, dan mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. (srv)









