INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muktarudin membidik sektor perhotelan Malaysia sebagai peluang baru bagi pekerja migran Indonesia. Ia menekankan bahwa sistem rekrutmen satu pintu harus diperkuat demi mencegah keberangkatan secara non-prosedural.
“Ke depan tentu kita juga menjajaki hospitality, kemudian di bidang-bidang lain untuk penempatan kita di Malaysia,” kata Muktarudin usai bertemu perwakilan KBRI Dato Moh Iman Hascarya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menyatakan, bahwa Malaysia termasuk salah satu negara penempatan terbesar bagi pekerja migran Indonesia, baik di sektor profesional maupun domestik, dengan jumlah terbesar berada di sektor perkebunan.
“Malaysia ini termasuk negara penempatan ketiga terbesar buat pekerjaan migran kita, baik yang sektor profesional maupun yang domestik, yang paling besar adalah di sektor perkebunan, di plantation,” ujar Mukhtarudin.
Menurutnya, kedua belah pihak telah sepakat mempercepat proses perubahan atau amandemen terhadap MoU dengan Malaysia. Langkah itu diambil guna memastikan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja migran Indonesia.
“Kalau tidak salah, ini ditandatangani tahun 2022 dan nanti kita akan memperluas lagi jangkauan atau pencakupan terhadap hubungan kerjasama bilateral di bidang pekerjaan migran dengan Malaysia,” jelas politikus Golkar itu.
Rencana penempatan Pekerja Migran Indonesia di sektor perhotelan merupakan bagian dari upaya pemerintah, untuk memprioritaskan tenaga kerja profesional.
“Tentu kaitan dengan penempatan pekerjaan migran yang profesional ke depan juga kami sudah bicarakan dan kami sepakat bahwa ke depan pekerjaan migran yang profesional ini juga kita tingkatkan,” imbuh Mukhtarudin. (dan)




















