INDOPOSCO.ID – Terkuaknya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terus mengungkap fakta-fakta baru yang mengejutkan. Jika sebelumnya korban disebut hanya empat orang, kini jumlahnya melonjak drastis.
Anggota DPR RI dari Dapil III Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, kembali turun langsung ke Asahan setelah menerima informasi bahwa jumlah korban bertambah. Politisi yang dikenal vokal mengawal isu perlindungan anak itu terbang langsung dari Jakarta untuk bertemu para orang tua korban dan anak-anak yang terdampak.
“Saya memang langsung terbang dari Jakarta untuk bertemu dengan orang tua dan anak-anak itu, setelah mendapat informasi, ternyata sudah ada 8 anak lagi yang mengaku menjadi korban dari pelaku,” ungkap Doli, Selasa (17/2/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup dan emosional itu, Doli berdialog dengan orang tua korban, Ketua DPRD Asahan, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Asahan Fadhli, serta sejumlah pihak terkait. Mendengar langsung kesaksian para orang tua, Wakil Ketua Baleg DPR RI itu menyatakan keprihatinan mendalam.
Doli kemudian memaparkan langkah konkret yang akan ditempuh. Pertama, ia berkomitmen mengawal proses pemulihan trauma anak-anak korban. Kedua, ia mendorong para orang tua untuk tidak takut dan malu mengungkap kasus tersebut, serta mengajak orang tua korban lain yang belum terbuka untuk berani bersuara. Ketiga, ia meminta keluarga korban segera melaporkan tersangka ke aparat penegak hukum.
Setelah hampir dua jam berdialog, para orang tua akhirnya sepakat melaporkan SS ke Polres Asahan dengan pendampingan langsung dari Doli.
“Memang saya sudah buat janji dengan Kapolres untuk datang ke Kantor Polres. Tadinya saya ingin menguatkan dan memberikan dukungan penuh kepada pihak Polres untuk memproses segera dan secepat mungkin, kemudian memastikan agar tersangka diberi sanksi hukuman yang seberat-beratnya,” tutur Doli.
“Namun, berdasarkan kesepakatan, para orang tua meminta saya untuk mengantarkan mereka dan juga memberikan laporan tambahan,” lanjutnya.
Dalam pernyataan tegasnya, Doli menekankan bahwa tanggung jawab melindungi anak bukan hanya milik orang tua, tetapi juga negara.
“Jadi saya sebagai wakil pemerintah juga merasa punya tanggung jawab kepada mereka. Karena mereka, anak-anak Asahan, anak-anak Indonesia, adalah masa depan bangsa dan negara kita. Jadi kita semua punya tanggung jawab terhadap mereka. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa, mari kita sama-sama lawan penyakit ini” tegas Doli.
“:Terakhir, saya nyatakan kepada kalian, para predator anak: saya akan menghadapi kalian, siapa pun kalian. Saya akan perang melawan kalian!,” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas dan memunculkan desakan publik agar aparat penegak hukum bergerak cepat serta memberikan hukuman maksimal kepada pelaku, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia. (her)








