INDOPOSCO.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah Palestina menuding Israel menghambat pembentukan komite nasional yang dirancang untuk mengelola Jalur Gaza dalam kerangka rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Di saat bersamaan, polisi Israel dilaporkan menangkap Imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
Wakil Menteri Luar Negeri Palestina, Omar Awadallah, mengatakan Israel melarang anggota komite nasional Palestina memasuki Jalur Gaza. “Israel melarang anggota komite nasional pengelola Gaza masuk ke Jalur Gaza,” katanya kepada media Rusia, RIA Novosti, Senin (16/2/2026).
Komite itu merupakan bagian dari fase kedua rencana perdamaian Gaza yang digagas Presiden AS, Donald Trump. Dalam tahap tersebut, disebutkan akan ada penarikan pasukan Israel dari sebagian besar wilayah Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru termasuk Dewan Perdamaian.
Pertemuan perdana Dewan Perdamaian dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari. Undangan telah dikirimkan kepada sekitar 50 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Meski fase kedua telah diumumkan, bentrokan antara Israel dan Palestina di Gaza masih terus terjadi, memperlihatkan bahwa implementasi rencana tersebut menghadapi tantangan besar di lapangan.
Sementara itu, di Yerusalem, situasi juga memanas. Polisi Israel pada Senin (16/2/2026) malam dilaporkan menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi, di halaman kompleks masjid.
Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya tindakan pengamanan dan pembatasan di kawasan tersebut. Sumber setempat menyebut adanya pembatasan terhadap imam dan penceramah, pembatasan akses jamaah, serta peningkatan kunjungan pemukim yang dikawal ketat aparat keamanan Israel.
Kawasan Kota Tua Yerusalem dan area sekitar Masjid Al-Aqsa belakangan mengalami eskalasi situasi keamanan, dengan sejumlah tokoh agama dan aktivis lokal dilaporkan mengalami penahanan atau pembatasan aktivitas.
Status Yerusalem dan kompleks Al-Aqsa tetap menjadi salah satu isu paling sensitif dalam konflik Israel–Palestina, sehingga setiap langkah keamanan di wilayah tersebut kerap memicu ketegangan yang lebih luas. (dil)










