INDOPOSCO.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, meninjau sejumlah titik pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (13/2/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan bertugas dan menetap di ibu kota baru tersebut.
Dalam kunjungannya di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rini menegaskan bahwa IKN dikonsepkan sebagai kota yang efisien, futuristik, dan menyatu dengan alam.
“IKN ini dikonsepkan untuk hidup yang efisien, futuristik, dan dekat dengan alam. Kami memastikan para ASN pada suatu saat nanti bisa merasa siap dan aman, nyaman untuk bisa lebih berbakti lagi untuk perbaikan negeri,” ujarnya usai peninjauan.
Beberapa lokasi yang ditinjau antara lain rumah susun (rusun) ASN, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) IKN, Kantor Kementerian Koordinator, serta Istana Garuda. Rusun ASN dibangun dengan konsep tropis modern dan berkelanjutan, terdiri atas 47 tower setinggi 12 lantai yang tersebar di kawasan hunian barat dan timur.
Hunian tersebut dilengkapi fasilitas smart home system menggunakan sidik jari atau PIN, dapur lengkap, water heater, pendingin ruangan, hingga perabotan. Selain itu tersedia pula tenant komersial, sarana ibadah, fasilitas sosial, dan olahraga untuk menunjang kenyamanan ASN. Rusun ini dirancang guna mendukung perpindahan ASN secara bertahap sekaligus memastikan efisiensi mobilitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Rini juga meninjau RSUP IKN yang memiliki 10 lantai dengan kapasitas sekitar 250 tempat tidur serta layanan unggulan jantung dan stroke. Fasilitas kesehatan tersebut mengusung konsep smart hospital dengan dukungan teknologi medis canggih seperti CT-Scan 512 Slice, Hybrid Cathlab, dan MRI 3 Tesla.
Selain itu, empat gedung Kantor Kementerian Koordinator yang dirancang sebagai sharing office turut dikunjungi. Gedung-gedung tersebut mengusung konsep green building yang rampung pada 2024–2025 dan dilengkapi multifunction hall, jembatan penghubung (2nd walkway), area parkir terintegrasi, serta konsep bangunan yang menyatu dengan alam atau forest city.
Menurut Rini, kunci keberhasilan IKN terletak pada kolaborasi dan penerapan digital governance. Digitalisasi, katanya, akan menjadi tulang punggung pemerintahan masa depan yang didukung talenta ASN berkompetensi digital.
“Inti dari digital governance adalah berkolaborasi. Saya juga concern terhadap talenta-talenta ASN yang ada di IKN ini,” tegasnya.
Ia menekankan pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan ibu kota, melainkan bagian dari transformasi birokrasi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
“IKN itu bukan sekadar memindahkan ibu kota ke sini, tetapi kita menemukan cara-cara baru untuk birokrasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan kita,” pungkas Rini. (rmn)













