INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026). Proyek ini bertujuan memperkuat keandalan pasokan gas dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di Batam dan sekitarnya.
Pipa gas WNTS-Pemping menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan industri dan ekonomi nasional yang membutuhkan suplai energi andal dan efisien.
Proyek tersebut mencakup pembangunan pipa offshore sepanjang 3,2 kilometer dan onshore sepanjang 1,3 kilometer, serta fasilitas penerima dan pengukuran gas (Onshore Receiving Facility/ORF) di Pulau Pemping. Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan penyaluran gas berjalan aman dan stabil.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, menyebut proyek ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Tie-in Agreement antara PLN EPI dan operator West Natuna Group. Menurutnya, pipa ini akan mengoptimalkan pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan domestik, khususnya kelistrikan di Kepulauan Riau.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai proyek ini menjadi urat nadi ketahanan energi daerah. Ia optimistis pipa gas tersebut akan mendorong pertumbuhan industri, data center, serta investasi di Batam.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menegaskan keberadaan ORF di Pulau Pemping menjadi titik krusial rantai pasok gas bumi bagi pembangkit listrik, sekaligus memperkuat sinergi dalam transisi energi nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menjelaskan proyek ini merupakan tindak lanjut penugasan Menteri ESDM untuk memastikan pasokan energi primer kelistrikan nasional. PLN EPI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan WNEL sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027–2037.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menambahkan proyek ini ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Juli 2026. Selain meningkatkan keandalan listrik, proyek ini juga diproyeksikan memberi efisiensi biaya energi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (rmn)




















