INDOPOSCO.ID – Ada sejumlah sosok baru yang disinyalir bisa menjadi lawan kuat Prabowo Subianto dalam bursa pencalonan presiden 2029, sebagaimana hasil survei Indonesian Public Institute (IPI) pada 9 Februari 2025.
Dalam survei IPI bertajuk “Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029”, sosok Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Jakarta Pramono Anung, hingga mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk 10 besar bursa capres 2029. Sementara sosok Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi dua teratas dalam survei tersebut.
Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas menanggapi, munculnya nama Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa calon presiden 2029. Ia berpendapat masuknya Sjafrie ke dalam jajaran 10 besar tokoh potensial merupakan sebuah sinyal penting bagi dinamika politik pada Pilpres 2029 mendatang.
“Posisi Prabowo dan Gibran di puncak survei memang tidak mengejutkan, namun kehadiran nama Sjafrie dalam daftar tersebut membuka pertanyaan menarik sekaligus mengkhawatirkan bagi stabilitas politik pemerintahan saat ini,” kata Fernando Emas dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (11/2/2025).
Menurutnya, status Sjafrie sebagai sahabat karib Prabowo menjadikannya sosok yang berpengaruh besar di pemerintahan, sehingga namanya sudah sangat akrab dalam konstelasi politik Indonesia.
“Wataknya yang tegas dan latar belakang militer membuat sosoknya dipandang sebagai menteri paling powerful di kabinet. Ketika seorang menteri pertahanan mulai masuk dalam radar calon presiden, alarm politik seharusnya berbunyi keras di istana,” ujar Fernando.
Posisi Sjafrie itu mengingatkan peta politik 2004 lalu saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di kabinet Megawati Soekarnoputri memutuskan maju sebagai calon presiden.
“SBY berhasil ‘menikung’ Megawati dalam Pilpres 2004 dan kemudian berkuasa selama dua periode, total 10 tahun. Ini menjadi kenyataan pahit yang harus ditelan oleh presiden petahana,” tutur Fernando.
Sejarah berpotensi berulang. Sjafrie dengan segala kekuasaan dan pengaruhnya sekaligus sahabat Prabowo kini muncul sebagai calon presiden potensial. Menurut Fernando, polanya identik, yakni orang dalam yang menjadi ancaman terbesar.
“Peristiwa SBY dan Megawati adalah pelajaran paling jelas bahwa kedekatan personal tidak menjamin loyalitas politik. Ketika ambisi kekuasaan bertemu dengan peluang, bahkan persahabatan terdekat bisa berubah menjadi persaingan paling sengit,” tandasnya.
Berdasarkan hasil survei IPI bertajuk peta elektabilitas calon presiden 2029, Prabowo teratas dengan elektabilitas 22,3 persen. Posisi kedua Wapres RI Gibran dengan 12,2 persen. Selanjutnya ada Ganjar 9 persen, Anies 8,5 persen, Dedi Mulyadi 7,9 persen, Pramono 7,8 persen, Sjafri 7,5 persen.
Kemudian menyusul ada Ketua DPR Puan Maharani 5 persen, Purbaya yudhi Sadewa 4,9 persen, Sherly Tjoanda 3,8 persen, Mualem 3,1 persen, Sandiaga Uno 3 persen, AHY 1,9 persen, dan Ridwan Kamil 1,6 persen. Sementara opsi lainnya ada 1,5 persen.
Survei itu digelar 30 Januari 2026-5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden dari 35 provinsi di Indonesia. Sampel yang diambil menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini 2,78 persen pada tingkat kepercayaan kurang lebih 95 persen. (dan)





















